2 tahun Disway Malang

P16 di FP1, Veda Ega Pratama Masih Cari Celah di Moto3 Jepang 2026

P16 di FP1, Veda Ega Pratama Masih Cari Celah di Moto3 Jepang 2026

Veda Ega Pratama finis P16 di FP1 Moto3 Jepang 2026. Ia masih punya pekerjaan rumah untuk mengejar barisan depan di Motegi.-Yt Sadryna Evanalia-Yt Sadryna Evanalia

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama belum mendapatkan hasil maksimal pada pembukaan Moto3 Jepang 2026 di Sirkuit Motegi. Pembalap Honda Team Asia tersebut mengakhiri FP1 di posisi ke-16, setelah sempat menempati P15. Di sisi lain, Ryusei Yamanaka berhasil mencuri perhatian dengan menjadi yang tercepat dalam sesi latihan pertama.

Hasil tersebut membuat Veda harus bekerja lebih keras pada sesi berikutnya. Persaingan ketat di kelas Moto3 membuat setiap pembalap dituntut mendapatkan catatan waktu terbaik sejak awal.

Posisi Veda Berubah Sepanjang FP1

Veda tidak langsung berada di posisi 16 ketika FP1 dimulai. Pembalap Indonesia itu harus melewati proses mencari ritme di lintasan sebelum perlahan memperbaiki posisinya.

Pada salah satu fase latihan, Veda sempat masuk ke posisi ke-15. Namun, posisinya kembali berubah setelah pembalap lain memperbaiki catatan waktu.

Situasi seperti itu menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan di Moto3. Perbedaan catatan waktu yang kecil dapat membuat posisi pembalap berubah dalam waktu singkat.

Veda akhirnya menyelesaikan FP1 di P16. Hasil tersebut belum menjadi posisi ideal bagi Honda Team Asia, tetapi masih memberikan ruang bagi tim untuk melakukan evaluasi.

Motegi Berikan Tantangan Berbeda

Salah satu hal yang perlu diperhatikan Veda adalah kondisi permukaan Sirkuit Motegi. Aspal baru membuat karakter lintasan menjadi salah satu faktor yang harus segera dipahami pembalap.

Veda dan tim masih mencari setelan motor yang paling cocok dengan kondisi tersebut. Proses ini menjadi penting karena perubahan karakter aspal dapat memengaruhi respons motor sepanjang lintasan.

Dengan kondisi tersebut, FP1 menjadi kesempatan bagi Veda untuk mengumpulkan data. Hasil yang belum maksimal dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa pada sesi selanjutnya.

Veda tidak sendirian menghadapi proses adaptasi tersebut. Rekan setimnya, Zen Mitani, juga masih mencari hasil terbaik dan mengakhiri sesi di posisi ke-20.

Yamanaka Jadi Patokan Barisan Depan

Sementara Veda berusaha memperbaiki posisinya, Ryusei Yamanaka justru tampil sebagai pembalap tercepat. Rider Jepang itu mencatat waktu 1 menit 55,676 detik.

David Muñoz berada di posisi kedua dengan selisih hanya 0,033 detik. Álvaro Carpe melengkapi tiga besar dengan jarak 0,233 detik dari Yamanaka.

Maximo Quiles berada di posisi kelima, sedangkan David Almansa menempati urutan kedelapan. Brian Uriarte berada di P19.

Hakim Danish harus puas di posisi ke-22 setelah mengalami kecelakaan dalam sesi FP1.

Sumber: yt sadryna evanalia