ICCCF, Festival di Celaket, Malang yang Jadi Ajang Interaksi Budaya Lokal-Internasional

Anak-anak Celaket terlihat ceria saat tampil dalam satu barisan karnaval dengan beberapa mahasiswa asing di Malang, dalam ICCCF 2024--SDGs Center UB
CELAKET, DISWAYMALANG.ID— Ini memang festival di kampung. Diadakan di CELAKET, sebuah kampung yang masuk wilayah Kelurahan Rampal CELAKET, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Tapi, coba baca komentar dari seorang mahasiswa tentang festival ini. “Ini acara penting yang berfungsi sebagai platform unik untuk pertukaran keragaman budaya, sekaligus menumbuhkan pemahaman global,” kata mahasiswa bernama Mohammed Alhadi Ibrahim Bosha Ahmed itu
Mahasiswa dengan panggilan akrab Bosha itu berasal dari Sudan. Dia kini sedang studi di program doktoral bidang mikrobiologi lingkungan di Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.
Bosha yang juga Presiden Internatonal Student Organization (ISO), bukan hanya sekadar menyaksikan festival di Celaket itu. Bersama anggota ISO lain dari 45 negara, dia juga terlibat di rangkaian agenda festival yang dikenal dengan nama lengkap International Celaket Cross Culture Festival (ICCCF) itu. Khususnya, ICCCF 2024 yang digelar 26-27 Oktober 2024 lalu, di Celaket.
Ada beberapa agenda dalam ICCF 2024. Mulai dari sarasehan budaya dengan tema Mencari Model Lanskap Pemajuan Kebudayaan, prosesi budaya Naditirapradisan di pinggir Sungai Brantas, pertunjukan seni dan musik lintas bangsa, hingga karnaval.
Sarasehan budaya digelar pada hari pertama ICCCF, Sabtu, 26 Oktober 2024,. Sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Wahyudi, M.Si, sosiolog dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dwi Cahyono, sejarahwan Malang.
Sarasehan kebudayaan dalam ICCCF 2024. Beberapa mahasiswa asing ikut jadi peserta --SDGs Center UB
Dalam sarasehan ini, dibahas lanskap budaya Malang, khususnya kampung Celaket. Diskusi yang terjadi antara lain menyoroti pentingnya keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi.
Bosha dan mahasiswa asing dari berbagai negara ikut dalam seminar tersebut sebagai peserta, bersama akademisi dan pemerhati budaya Malang, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka juga terlibat dalam workshop budaya yang memberi kesempatan kepada warga asing itu, untuk belajar sekaligus mempraktikkan seni budaya Malangan.
Sabtu malamnya, digelar pertunjukan tradisional di Kampung Celaket. Antara lain pencak silat dan tari-tarian. Puncaknya, pada Minggu, 27 Oktober, 2024 digelar karnaval budaya dan pertunjukan seni lintas bangsa.
Pertunjukan seni di ICCCF 2024. menampilkan seni lintas budaya--SDGs Center UB
Karnaval dengan rute sekitar Celaket-Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang itu menarik perhatian, karena di antara peserta, ada tidak kurang dari 100 penampil asing. Mereka ada yang tampil dengan kostum khas negaranya, atau memakai kostum budaya Indonesia.
Meski tidak semeriah karnaval besar di Kota Malang, seperti Malang Flower Carnival misanya, karnaval ICCCF ini tidak kalah menarik. Terutama, karena banyaknya penampil asing di antara para peserta karnaval asli warga Celaket.
Bermula dari Wisman
Sumber: