Gerakan Berbagi Buah UB Setiap Jumat, Boleh Mengambil, Boleh Juga Mengisi Buah-Buahannya
Tenda berbagi buah di Lapangan Rektorat UB--prasetya.ub.ac.id
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Gerakan berbagi buah yang digagas Universitas Brawijaya (UB) ditetapkan sementara dilakukan setiap hari Jumat. Setelah diluncurkan oleh Rektor UB bersamaan dengan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-80 RI pada Minggu (17/8) lalu, gerakan ini dimulai lagi pada Jumat (22/8).
Di Lapangan Rektorat Kampus UB, ditempatkan tenda Share Fruit. Tenda tersebut dipenuhi dengan buah-buahan lokal. Siapa pun boleh mengambil buah-buah yang disediakan tersebut. Termasuk, sebaliknya, mengisi atau menaruh buah-buah lokal untuk diambil dan dinikmati siapa pun.
Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si. menjelaskan, gerakan ini diharapkan berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. “Gerakan sederhana seperti ini memberi dampak nyata, baik bagi kesehatan maupun kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar UB,” jelasnya.
Buah yang dibagikan, jelas dia, bersumber dari donasi sukarela sivitas akademika. Siapa pun yang memiliki kelebihan rezeki dipersilakan menyumbangkan buah. Sementara mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dipersilakan mengambil secukupnya.
Menurut Tri, konsep ini tidak hanya mengajarkan kebersamaan. Tetapi juga melatih kepedulian sosial serta mendukung kemandirian pangan lokal.
Tri juga menegaskan, ini merupakan gerakan komunitas yang tumbuh dari kepedulian sivitas, bukan program formal atau riset khusus. Melalui gerakan ini, lanjut dia, UB ingin menumbuhkan kesadaran sivitas untuk memperbaiki pola konsumsi sekaligus memanfaatkan keberlimpahan buah lokal Indonesia.
Dia menambahkan, gerakan ini terbuka bagi siapa saja. Harapannya, Gerakan Berbagi Buah dapat berjalan secara mandiri dan direplikasi di seluruh fakultas maupun unit kerja di UB.
“Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta langsung, tetapi juga menjadi budaya baru yang memperkuat pola hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi,” kata Tri.
Konsumsi Buah Rendah
Gerakan Berbagi Buah pertama kali diresmikan pada Minggu, 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Rektor UB Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,PhD yang menggagas sekaligus meluncurkan gerakan tersebut mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Melainkan gerakan berkelanjutan untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong konsumsi produk lokal.
“Gerakan Berbagi Buah ini merupakan simbol kepedulian, kebersamaan, sekaligus dorongan bagi kita semua untuk mencintai produk lokal,” ujar Prof. Widodo, saat peluncuran.
BACA JUGA:UB Rayakan Kemerdekaan dengan Luncurkan Gerakan Berbagi Buah Lokal
Latar belakang lahirnya gerakan ini berangkat dari kondisi konsumsi gizi masyarakat yang cenderung timpang. Asupan buah sebagai sumber vitamin masih relatif rendah dibandingkan dengan konsumsi karbohidrat, protein hewani, maupun lemak. Melalui gerakan ini, UB mengajak seluruh sivitas untuk lebih memperhatikan keseimbangan nutrisi sekaligus mendorong keberlanjutan pangan lokal.
Sumber: prasetya.ub.ac.id
