Atur Keuangan Untuk Mudik: Lebaran Happy, Dompet Turut Happy!

Atur Keuangan Untuk Mudik: Lebaran Happy, Dompet Turut Happy!

Ilustari Cara Mengatur Keuangan-WikiHow-

Dari total anggaran mudik yang dibuat, sisihkan minimal 10% untuk dana darurat. Kalau total biaya yang diperkirakan sekitar Rp5 juta, berarti harus ada cadangan Rp500 ribu sampai Rp1 juta yang hanya digunakan dalam kondisi mendesak. Uang ini bisa disimpan dalam bentuk tunai atau di dompet digital agar mudah diakses ketika dibutuhkan.

Bayangkan skenario: di tengah perjalanan, tiba-tiba harus menginap semalam karena ada perbaikan jalan yang bikin macet total. Hotel dadakan bisa menguras kantong kalau tidak dipersiapkan. Dengan adanya dana darurat, kejadian tak terduga seperti ini tidak akan merusak rencana keuangan yang sudah disusun.

4. Rem Pengeluaran Sebelum Mudik

Salah satu penyebab keuangan mudik berantakan adalah pengeluaran yang tidak terkontrol selama bulan puasa. Buka puasa di luar setiap hari, belanja baju lebaran lebih dari satu setel, sampai jajan takjil tiap sore tanpa sadar sudah menghabiskan jutaan rupiah. Akibatnya, begitu mendekati hari H, uang yang harusnya buat mudik sudah habis lebih dulu.

Cara terbaik untuk menghindari ini adalah mulai membatasi pengeluaran sejak sebelum mudik. Mulai Kurangi jajan di luar, masak sendiri untuk sahur dan buka, serta batasi belanja keperluan lebaran hanya pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. Kalau biasanya tiap buka puasa selalu pesan makanan online, coba gantikan dengan memasak di rumah.

Misalnya, kalau dalam sebulan biasanya menghabiskan Rp3 juta untuk makan di luar, coba pangkas 50%-nya. Uang yang bisa dihemat dari sini bisa dialokasikan untuk biaya mudik. Dengan strategi ini, kita bisa memastikan uang tetap cukup untuk perjalanan pulang tanpa harus mengorbankan kenyamanan selama bulan puasa.

5. Pastikan Semua Tagihan Dibayar Sebelum Berangkat

Jangan sampai setelah pulang mudik, kita malah stres karena tagihan listrik, air, dan cicilan kartu kredit sudah jatuh tempo. Ini adalah kesalahan umum yang sering terjadi karena banyak orang terlalu fokus pada pengeluaran mudik tanpa memperhitungkan kewajiban rutin yang tetap berjalan.

Sebelum berangkat, pastikan semua tagihan sudah dibayar. Kalau perlu, atur pembayaran otomatis melalui mobile banking agar tidak ada yang terlewat. Selain itu, cek juga apakah ada cicilan yang jatuh tempo di tanggal dekat dengan jadwal mudik, dan jika ada, bayarkan lebih awal untuk menghindari denda keterlambatan.

Misalnya, kalau biasanya bayar listrik tanggal 25, dan mudik dilakukan tanggal 23, lebih baik bayar lebih awal untuk menghindari risiko lupa. Dengan cara ini, setelah pulang dari kampung halaman, kita bisa langsung fokus istirahat tanpa harus dipusingkan dengan urusan keuangan yang belum beres.

6. Jangan Tergoda Pakai Uang THR untuk Hal yang Tidak Perlu

Banyak yang menganggap THR sebagai bonus yang bisa dihabiskan sesuka hati. Padahal, kalau dikelola dengan baik, THR bisa jadi penyelamat keuangan selama mudik dan setelahnya.

Jangan sampai uang yang seharusnya untuk transportasi atau kebutuhan pokok malah habis buat beli gadget baru atau baju branded yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

7. Cari Cara Hemat untuk Biaya Makan di Perjalanan

Kalau perjalanan jauh, biaya makan bisa jadi pengeluaran besar.

Sumber: bank jago