Kenali Cost-Benefit Analysis (CBA), Prinsip Hitung-Hitungan Sebelum Ambil Keputusan Bisnis!

Rabu 21-05-2025,13:08 WIB
Reporter : Immanuela Regina
Editor : Agung Pamujo

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Dalam dunia kerja dan bisnis, setiap keputusan membawa konsekuensi. Tidak semua langkah perlu diambil, dan tidak semua pengeluaran layak dikeluarkan.

BACA JUGA:Pentingnya Manajemen Risiko dengan Monte Carlo Simulation di Dunia Kerja, Ini 9 Poin Penjabarannya

Di sinilah pentingnya Cost-Benefit Analysis (CBA)—sebuah metode sistematis untuk membandingkan total biaya dan manfaat dari suatu proyek, rencana, atau kebijakan.

Dengan CBA, para pengambil keputusan punya dasar logis untuk menentukan: lanjut, ubah, atau batalkan.

BACA JUGA:Dunia Kerja dan Bisnis Tak Hanya Soal Bersaing, Kenali yang Ini: Porter's Five Forces

Yuk Kita Bahas!

1. Definisi Cost-Benefit Analysis (CBA)

Cost-Benefit Analysis adalah proses membandingkan total biaya dari suatu keputusan dengan total manfaat yang diharapkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa manfaat yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Jika tidak, keputusan tersebut bisa jadi tidak layak secara ekonomis.

Metode ini digunakan di berbagai sektor, mulai dari proyek infrastruktur pemerintah, strategi pemasaran, sampai rencana ekspansi bisnis. Meski terdengar sederhana, CBA memerlukan data yang akurat dan kemampuan mengukur variabel kualitatif menjadi angka yang bisa dibandingkan.

2. Unsur Biaya: Lebih dari Sekadar Uang

Biaya dalam CBA tidak hanya dalam bentuk finansial. Biaya juga bisa mencakup waktu, tenaga kerja, risiko reputasi, hingga peluang yang hilang (opportunity cost). Semua itu perlu dipetakan sedetail mungkin sebelum analisis dimulai.

Sebagai contoh, memindahkan kantor mungkin terlihat menguntungkan karena biaya sewa lebih murah. Tapi jika tim kehilangan waktu produktif dalam proses adaptasi atau karyawan merasa tidak nyaman, biaya tersebut harus ikut dihitung.

3. Unsur Manfaat: Harus Terukur dan Realistis, Bukan Hanya Keuntungan Uang

Manfaat dalam CBA mencakup semua hal yang bisa mendatangkan keuntungan, baik secara langsung (revenue, efisiensi) maupun tidak langsung (kepuasan pelanggan, brand awareness). Semakin konkret dan terukur manfaatnya, semakin valid hasil analisisnya.

Manfaat jangka pendek dan panjang perlu dibedakan. Beberapa proyek memang tidak menguntungkan dalam hitungan bulan, tetapi bisa membawa dampak besar dalam 2-5 tahun. Oleh karena itu, penilaian manfaat perlu mempertimbangkan waktu dan skala dampaknya.

Kategori :