Kenali Cost-Benefit Analysis (CBA), Prinsip Hitung-Hitungan Sebelum Ambil Keputusan Bisnis!

Rabu 21-05-2025,13:08 WIB
Reporter : Immanuela Regina
Editor : Agung Pamujo

4. Net Benefit: Angka Kunci dalam Analisis

Setelah semua biaya dan manfaat dihitung, hasil akhirnya disebut Net Benefit, yaitu manfaat dikurangi biaya. Jika nilainya positif dan signifikan, maka proyek bisa dikatakan layak dijalankan.

Namun, Net Benefit tidak selalu berarti keputusan harus langsung diambil. Kadang, angka itu perlu dibandingkan dengan alternatif lain, karena dalam dunia bisnis, pilihan terbaik bukan cuma yang untung—tapi yang paling menguntungkan dibanding opsi lainnya.

5. Discounting dan Nilai Waktu Uang

Dalam proyek jangka panjang, nilai uang saat ini dan di masa depan tidak bisa disamakan. Oleh karena itu, CBA sering menggunakan teknik discounting untuk menghitung manfaat atau biaya di masa depan dengan nilai saat ini (present value).

Misalnya, sebuah proyek menjanjikan keuntungan Rp1 miliar dalam lima tahun. Tapi nilainya saat ini, dengan tingkat diskonto 10%, mungkin hanya Rp620 juta. Ini penting untuk menghindari overestimasi manfaat masa depan.

6. Analisis Sensitivitas: Menyiapkan Rencana Cadangan

Dalam banyak kasus, data CBA tidak selalu pasti. Harga bisa berubah, kondisi pasar bisa bergeser. Maka dari itu, dilakukan analisis sensitivitas untuk menguji bagaimana hasil CBA berubah ketika variabel-variabel penting diubah sedikit.

Contohnya, jika biaya logistik tiba-tiba naik 15%, apakah proyek masih layak? Analisis ini membantu perusahaan menyiapkan rencana cadangan dan memperkirakan risiko dengan lebih realistis.

7. Tantangan dalam Menilai Manfaat Non-Material

Tidak semua manfaat bisa dihitung dengan angka. Citra merek, loyalitas pelanggan, hingga kenyamanan karyawan seringkali sulit dikuantifikasi. Padahal, elemen-elemen ini bisa sangat menentukan keberlangsungan bisnis.

Untuk itu, kembangkan metode penilaian kualitatif dalam CBA. Pendekatan ini membantu menyertakan variabel ‘lunak’ agar keputusan tetap komprehensif dan tidak semata-mata angka.

8. Contoh: CBA dalam Proyek Teknologi

Misalnya, perusahaan retail ingin mengganti sistem kasir lama dengan sistem POS berbasis cloud. CBA dilakukan untuk membandingkan biaya lisensi, pelatihan staf, dan potensi gangguan operasional dengan manfaat seperti peningkatan efisiensi, kecepatan transaksi, dan analitik data real time.

Hasilnya, meski investasi awal tinggi, perusahaan menyimpulkan bahwa manfaat jangka panjang melebihi biaya. Sistem baru juga membuka peluang integrasi e-commerce yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

9.Contoh :  Peran CBA dalam Sektor Publik dan Kebijakan

Kategori :