Di Asia, Esports Observer mencatat angka dengan lebih kecil, dengan hanya 6% dari manajer tim profesional yang merupakan perempuan. Hal ini berdampak pada kurangnya kebijakan inklusif yang dapat mendukung partisipasi perempuan secara lebih luas.
5.Inisiatif untuk Meningkatkan Partisipasi Perempuan
Beberapa inisiatif telah muncul untuk mengatasi kesenjangan ini. Program seperti Alienware’s Eve Ascension dan VALORANT’s Game Changers telah memberikan wadah bagi perempuan untuk bersaing di e-sports dalam lingkungan yang lebih suportif.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah perempuan di kancah profesional.
6.Peran Influencer dan Streamer Perempuan
Di sisi lain, kehadiran streamer dan influencer perempuan juga membantu mengubah persepsi terhadap perempuan dalam gaming.
Tokoh seperti Emsy, seorang kompetitor e-sports yang memainkan game World of Wancraft, telah menjadi inspirasi bagi banyak gamer perempuan, meskipun masih menghadapi tantangan berupa seksisme dalam industri.
7.Meningkatnya Penonton Perempuan di E-Sports
Menariknya, jumlah penonton perempuan di e-sports mengalami peningkatan. Data dari Interpret menunjukkan bahwa jumlah mereka naik sebesar 6% dalam dua tahun terakhir, sehingga kini mencapai sekitar 30% dari total penonton. T
Tren ini menunjukkan bahwa perempuan semakin tertarik dan terlibat dalam ekosistem e-sports, baik sebagai pemain maupun penggemar, karena hal tersebut merupakan hak mereka.
8.Dampak Positif dari Representasi Perempuan
Semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam e-sports, semakin besar dampaknya dalam mengubah stereotip gender di industri ini.
Kehadiran perempuan di berbagai level—baik sebagai pemain, pelatih, maupun pemimpin—akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi generasi berikutnya.
9.Masa Depan Kesetaraan Gender di E-Sports
Di tengah perayaan IWD 2025, e-sports menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk menciptakan ekosistem yang lebih setara bagi perempuan.