1 tahun disway

8 Maret Hari Perempuan Internasional, Ini Sejarah, Tema, dan Fokus Indonesia pada Isu Perempuan

8 Maret Hari Perempuan Internasional, Ini Sejarah, Tema, dan Fokus Indonesia pada Isu Perempuan

8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional--Canva

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD).

Peringatan ini merupakan momen krusial untuk menghormati pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender yang hakiki masih terus berjalan.

Sejarah mencatat bahwa kemunculan IWD berakar dari keresahan para perempuan terhadap kondisi kerja yang tidak adil pada awal abad ke-20. Di tahun 2026, peringatan ini membawa semangat yang lebih mendalam dengan fokus pada keadilan hukum dan aksi nyata.

BACA JUGA:Meninggal karena Kanker Ginjal, Penyanyi Ramah Vidi Aldiano Dimakamkan Pagi Ini

Melalui tema dan kampanye global yang diusung, masyarakat dunia diajak untuk tidak hanya merayakan prestasi, tetapi juga membongkar hambatan struktural yang masih membatasi ruang gerak perempuan dan anak perempuan.

Sejarah dan Evolusi Gerakan Perempuan Global

Perjalanan Hari Perempuan Internasional melewati berbagai tahapan sejarah yang heroik. Gerakan buruh perempuan di Amerika Serikat pada tahun 1908 menjadi pemicu awal, di mana ribuan perempuan melakukan demonstrasi menuntut jam kerja yang lebih pendek dan upah layak.

Semangat ini kemudian dibawa ke tingkat dunia melalui Konferensi Perempuan Internasional di Kopenhagen tahun 1910, yang mengusulkan adanya hari khusus untuk merayakan gerakan perempuan secara global.

BACA JUGA:Bikin Deg-degan, Rekomendasi Series Kriminal yang Cocok Ditonton sambil Menunggu Berbuka Puasa

Peringatan pertama secara resmi digelar pada tahun 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, melibatkan jutaan orang dalam berbagai aksi massa.

Pengakuan global semakin menguat saat PBB mulai merayakan hari ini pada tahun 1975, hingga akhirnya menetapkan tanggal 8 Maret sebagai hari permanen untuk mempromosikan hak-hak perempuan dan perdamaian internasional pada tahun 1977.

Tema IWD 2026: Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls

Untuk tahun 2026, UN Women menetapkan tema resmi: “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.” Pemilihan tema ini didasari oleh kenyataan pahit bahwa secara global, perempuan rata-rata hanya memiliki sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki oleh laki-laki. Terdapat empat pilar utama dalam tema ini:

BACA JUGA:Lagu Baru aespa “ATTITUDE” Jadi Opening Anime Kill Blue, Berikut Lirik dan Terjemahannya

  • Kepastian Hak Hukum: Menjamin perlindungan penuh bagi perempuan dari diskriminasi di tempat kerja, kepemilikan aset, hingga keamanan pribadi.
  • Akses Terhadap Keadilan: Menuntut sistem hukum agar lebih responsif terhadap penyintas kekerasan dan bersih dari bias gender yang merugikan.
  • Aksi Nyata untuk Kesetaraan: Melakukan langkah praktis seperti peningkatan anggaran pendidikan bagi anak perempuan dan penghentian praktik pernikahan anak secara total.
  • Menghapus Hambatan Struktural: Memastikan perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun internasional tanpa adanya intimidasi.

BACA JUGA:Hearts2Hearts Raih Kemenangan di M Countdown dengan “RUDE!”, Ungguli BLACKPINK

Selain tema PBB, kampanye global bertajuk “Give To Gain” (#GiveToGain) juga digaungkan.

Sumber: berbagai sumber