Sementara itu, PERBASI Kabupaten Malang mencatat 12 klub dengan 299 atlet terdata, 27 pelatih, dan enam wasit. Sejumlah klub berasal dari berbagai wilayah, antara lain Lawang, Tumpang, Ngantang, dan Singosari.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan bola basket tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga berkembang di sejumlah kecamatan Kabupaten Malang.
DBL 2026 Libatkan Puluhan Sekolah di Malang
Salah satu gambaran perkembangan basket di Malang Raya terlihat melalui penyelenggaraan Honda DBL 2026 East Java-South. Kompetisi basket pelajar tersebut berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 13 Agustus hingga 4 September 2026.
Sebanyak 56 tim basket pelajar dan 36 tim dance dari 34 sekolah mengikuti rangkaian kompetisi tersebut. Pesertanya berasal dari enam daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.
Keterlibatan sekolah dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa kompetisi basket menjadi salah satu ruang penting untuk mengembangkan kemampuan atlet muda sekaligus membangun budaya olahraga di kalangan pelajar. hondacommunity
Di level pembinaan prestasi, PERBASI Kota Malang juga menyiapkan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).
Ketua Umum PERBASI Kota Malang Hesy Tamim pada 27 Mei 2026 menyebutkan, enam klub dari Kota Malang mengikuti Kejurprov Jawa Timur. Persiapan tersebut dilakukan melalui kompetisi antarklub dan Liga Jatim.
Selain atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit juga menjadi perhatian organisasi basket di Kota Malang.
Momentum Memperkuat Pembinaan Atlet Muda
Hari Bola Basket Nasional bukan sekadar perayaan untuk mengenang James Naismith. Peringatan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya olahraga di lingkungan masyarakat.
Bagi Malang Raya, pengembangan bola basket membutuhkan kesinambungan pembinaan sejak usia dini, ketersediaan fasilitas latihan, kompetisi yang teratur, serta peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan.
Sekolah, klub, komunitas, pemerintah daerah, dan PERBASI memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat.
Keberadaan kompetisi pelajar seperti DBL, pembinaan klub, dan seleksi atlet daerah menjadi modal untuk melahirkan pemain berprestasi.
Dari permainan sederhana dengan dua keranjang buah persik yang diciptakan James Naismith pada 1891, bola basket kini berkembang menjadi olahraga global.
Hari Bola Basket 6 November menjadi pengingat bahwa sebuah permainan dapat melahirkan tradisi olahraga lintas generasi. Di Malang Raya, tradisi itu perlu terus dirawat melalui pembinaan atlet, kompetisi, dan perluasan kesempatan bermain bagi generasi muda.