National Basketball Day diperingati setiap 6 November untuk mengenang hari kelahiran James Naismith. Peringatan ini tercatat dalam kalender National Today, sebuah platform yang memuat berbagai hari peringatan dan perayaan di Amerika Serikat.
Tanggal tersebut memiliki hubungan historis dengan pencipta bola basket. Namun, perlu diluruskan bahwa National Basketball Day 6 November bukanlah hari internasional yang ditetapkan melalui resolusi PBB.
Dengan demikian, kedudukannya berbeda dengan World Basketball Day yang memiliki pengakuan resmi dari Majelis Umum PBB.
Bedanya Hari Bola Basket Nasional dan Hari Bola Basket Sedunia
Perbedaan paling mendasar terletak pada tanggal, latar belakang, dan lembaga yang menetapkannya.
National Basketball Day diperingati setiap 6 November untuk mengenang kelahiran James Naismith pada 1861. Peringatan ini lebih dikenal melalui kalender perayaan di Amerika Serikat.
Sementara itu, World Basketball Day diperingati setiap 21 Desember. PBB menetapkan tanggal tersebut melalui Resolusi A/RES/77/324 yang disahkan Majelis Umum pada 25 Agustus 2023.
Tanggal 21 Desember dipilih untuk memperingati pertandingan bola basket pertama yang dimainkan pada 1891 di Springfield, Massachusetts.
Penetapan World Basketball Day juga tidak terlepas dari penyelenggaraan FIBA Basketball World Cup 2023 oleh Indonesia, Jepang, dan Filipina.
Dalam resolusinya, PBB menekankan peran olahraga, khususnya bola basket, dalam mendorong perdamaian, pembangunan, kesehatan, kesetaraan, inklusi sosial, dan kerja sama lintas negara.
Karena itu, kedua peringatan tersebut memiliki penekanan berbeda. Tanggal 6 November mengenang sosok pencipta permainan, sedangkan 21 Desember memperingati kelahiran permainan bola basket itu sendiri melalui pertandingan pertamanya. United Nations +3
Malang Raya Punya Tradisi Pembinaan Basket
Momentum Hari Bola Basket Nasional juga relevan dengan perkembangan olahraga ini di Malang Raya. Kota Malang memiliki sejarah panjang pembinaan klub basket. Salah satunya Bimasakti Basketball Club Malang yang berdiri pada 30 April 1989.
Berdasarkan data klub pada sistem resmi PERBASI, Bimasakti memiliki 107 atlet terdaftar, terdiri atas 62 atlet putra dan 45 atlet putri. Klub ini bermarkas di GOR Bimasakti, Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun.
Bimasakti juga mengembangkan pembinaan usia dini melalui Bimasakti Basketball Academy yang dibentuk pada 2017. Keberadaan klub tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan basket di Kota Malang selama lebih dari tiga dekade.
Ekosistem basket di Kota Malang juga diperkuat sejumlah klub lainnya. Data PERBASI mencatat 13 klub basket di wilayah tersebut.