Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026, Malang Selatan Pernah Diterjang Tsunami

Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Gelombang tsunami dilaporkan menggenangi kawasan Pantai Tamban hingga sekitar 300–500 meter ke arah daratan. Lebih dari 30 rumah di kawasan pantai hancur akibat terjangan air laut.

Dampak bencana 1994 tidak hanya terjadi di Kabupaten Malang. Gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 1–14 meter menerjang sejumlah kawasan pesisir selatan Jawa Timur.

ITIC mencatat total 223 orang meninggal dunia, sekitar 400 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 1.000 rumah hancur akibat bencana tersebut.

Angka korban itu merupakan akumulasi dampak tsunami di berbagai wilayah, bukan khusus Kabupaten Malang.

Peristiwa 1994 juga menjadi salah satu catatan penting dalam kajian kebencanaan karena tsunami yang dihasilkan jauh lebih besar daripada perkiraan berdasarkan kekuatan gempanya. Bahkan, guncangan gempa tidak selalu dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah kawasan terdampak sehingga mereka tidak memperoleh peringatan alami yang memadai.

Tambakrejo Masuk Kawasan Berisiko Tsunami

Ancaman tsunami di Malang Selatan bukan sekadar catatan sejarah. Desa Tambakrejo masih menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam program pengurangan risiko tsunami.

International Tsunami Information Center mencatat Tambakrejo sebagai desa dengan risiko tsunami tinggi di pesisir selatan Jawa.

Kawasan tersebut berhadapan dengan zona subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Aktivitas tektonik di kawasan ini menjadi salah satu sumber potensi gempa bumi yang dapat memicu tsunami.

Upaya pengurangan risiko bencana di Tambakrejo melibatkan pemerintah desa, BMKG, BPBD Kabupaten Malang, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana setempat.

Mereka mengembangkan kesiapsiagaan masyarakat dengan mengacu pada 12 indikator program Tsunami Ready UNESCO-IOC. Program ini menitikberatkan pada pengetahuan risiko, kesiapan masyarakat, serta kemampuan merespons peringatan tsunami.

Hal tersebut penting mengingat pesisir selatan Kabupaten Malang memiliki banyak kawasan permukiman dan destinasi wisata pantai. Aktivitas wisata yang melibatkan pengunjung dari luar daerah juga membuat informasi jalur evakuasi dan tanda bahaya tsunami harus mudah dipahami semua orang.

Kesiapsiagaan Tsunami Harus Dimulai dari Masyarakat

Peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa sistem peringatan dini tidak akan cukup tanpa kesiapan masyarakat untuk bertindak.

Masyarakat pesisir Malang Selatan perlu mengetahui lokasi aman, jalur evakuasi, dan tempat berkumpul setelah terjadi gempa bumi.

Pengelola wisata pantai juga perlu memastikan papan petunjuk evakuasi tersedia dan mudah terlihat. Petugas harus mengetahui prosedur penyelamatan, termasuk membantu wisatawan yang tidak mengenal kondisi geografis setempat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat ketika berada di kawasan pantai.

  • Segera menjauh dari pantai apabila merasakan gempa kuat atau berlangsung lama.
  • Waspadai air laut yang tiba-tiba surut atau naik secara tidak biasa serta suara gemuruh dari arah laut.
  • Bergerak menuju dataran tinggi atau menjauh ke daratan melalui jalur evakuasi.
  • Jangan menunggu gelombang terlihat atau menunggu peringatan resmi apabila tanda-tanda alami tsunami sudah dikenali.
  • Jangan kembali ke pantai sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang karena tsunami dapat datang dalam beberapa gelombang.

Sejarah tsunami Aceh 2004 dan Pantai Tamban 1994 menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Pengetahuan tentang risiko, latihan evakuasi, sistem peringatan dini, dan keterlibatan masyarakat harus dibangun sebelum ancaman datang.

Kategori :