BPBD Kota Batu Akui Masyarakat Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana

BPBD Kota Batu Akui Masyarakat Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana

Masyarakat Kota Batu saat bersama sama membersihkan sumbatan di sungai Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo -Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID- Di tengah persiapan menghadapi puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyoroti satu kekuatan utama yang selama ini menjadi modal terbesar Kota Batu. Yaitu antusiasme masyarakat yang luar biasa tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko,  Rabu (4/11/2026), mengungkapkan bahwa semangat kerelawanan di Kota Batu tidak perlu diragukan lagi. Baik relawan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Semuanya menunjukkan kepedulian tinggi untuk menjaga lingkungannya masing-masing.

BACA JUGA:350 Personel Siaga Bencana di Batu, Petak 18 Jadi Perhatian

"Nah, kita tinggal penyegaran lagi, penyegaran lagi di potensi-potensi rawan. Sebenarnya kalau merujuk dari relawan, Destana, kemudian dari FPRB itu di kota kita sangat antusias ya, sangat antusias sekali masyarakat itu tertarik sekali untuk selalu menjaga lingkungannya," ujar Suwoko.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko-Sholeh/Diswaymalang-

Puluhan hingga Rarusan Hadir Membantu 

Menurutnya, bukti nyata dari antusiasme itu terlihat setiap kali terjadi insiden bencana. BPBD tidak pernah bekerja sendiri. Puluhan bahkan ratusan warga selalu hadir membantu tanpa diminta.

"Ya terbukti apa, begitu ada insiden apa pun kita enggak turun sendiri. Masyarakat kita banyak ya itu terlibat. Tidak hanya dari forum, masyarakat kita banyak sekali. Tidak hanya begitu, masyarakat kita juga tidak dibatasi oleh ruang dan waktu," jelasnya.

BACA JUGA:Green Policing Polres Batu, Tanam Pohon di Kawasan Rawan Bencana

Suwoko bahkan menyebut solidaritas warga Kota Batu sudah melampaui batas wilayah administratif. Ketika daerah tetangga membutuhkan bantuan, warga Kota Batu dengan sigap hadir.

"Ya karena ini musibah juga kehendak alam. Cuman kita harus mitigasi. Menjaga bagaimana keseimbangan alam itu benar-benar terjaga," imbuhnya.

Musim Hujan di Batu 'Menyalip' Kalender

Menanggapi fenomena hujan yang sudah mulai turun beberapa hari terakhir, Suwoko meminta masyarakat untuk tetap bersyukur. Hujan adalah berkah yang dinikmati seluruh alam, apapun metodologinya, termasuk isu modifikasi cuaca.

BACA JUGA:Usai Mutasi, Damkarmat Batu Bergerak Benahi Kinerja Personel

Namun ia menegaskan, secara kalender resmi, Kota Batu sebenarnya belum memasuki musim hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, peralihan musim tercepat baru akan terjadi pertengahan November 2026. Bahkan bisa mundur hingga Desember 2026. 

"Nah ini terus maju. Kan yang diumumkan yang dulu itu juga bisa-bisa Februari. Coba kita bayangkan, satu musim lebih," paparnya.

Sumber: