Puskesmas Sisir Batu Temukan 32 Kasus Baru TBC, Warga Bisa Manfaatkan Rontgen Gratis

Selasa 27-10-2026,09:47 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

Seluruh biaya operasional program ditanggung Kementerian Kesehatan. Fasilitas yang disediakan mencakup pemeriksaan menggunakan rontgen dada bergerak, konsumsi ringan, serta uang transportasi Rp30.000 bagi setiap peserta yang hadir.

Emie mengatakan, pemeriksaan rontgen gratis menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Sebab, jika dilakukan secara mandiri, pemeriksaan rontgen dada dapat membutuhkan biaya ratusan ribu rupiah, bergantung pada fasilitas kesehatan.

“Di sini pemerintah memberikan fasilitas gratis,” ujarnya.

Dukungan pemerintah pusat juga ditunjukkan melalui peninjauan program di Kota Batu oleh Wakil Menteri Kesehatan RI beserta jajaran. Kunjungan tersebut antara lain mencakup wilayah Gunungsari untuk melihat pelaksanaan pemeriksaan di lapangan.

Dua Lokasi Terakhir Berada di Kelurahan Temas

Dari total 12 titik yang menjadi tanggung jawab Puskesmas Sisir, kegiatan di 10 titik telah selesai dilaksanakan. Hasil penjaringan sementara mencatat 32 kasus baru TBC.

Dua titik pemeriksaan yang tersisa dijadwalkan berlangsung di RW 4 Kelurahan Temas, tepatnya di area toko dekat Jalan Darul Muttaqin, pada Kamis. Pemeriksaan berikutnya direncanakan di RW 6 Kelurahan Temas, di belakang Hotel Temas Mulia, pada Selasa pekan berikutnya.

Meski setiap kegiatan menargetkan 100 warga, jumlah pemeriksaan tetap harus menyesuaikan kapasitas alat rontgen bergerak. Menurut Emie, pemeriksaan tidak dapat dipaksakan melebihi kemampuan alat karena perlu menjaga kualitas layanan dan ketahanan peralatan.

BACA JUGA:Screening TBC Gratis di Kota Batu, Ada 41 Titik hingga 10 November 2026

“Untuk lebih banyak lagi akan kita agendakan di kegiatan berikutnya, karena kapasitas X-ray tidak boleh lebih dari 100 untuk menjaga kualitas dan ketahanan alatnya,” jelasnya.

Pemeriksaan TBC Juga Menjangkau Faktor Risiko

Selain rontgen dada, kegiatan ACF TBC menyediakan sejumlah pemeriksaan kesehatan dasar. Layanan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan asam urat, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis.

Dalam kondisi tertentu, petugas juga dapat melakukan pemeriksaan tuberkulin untuk membantu mendeteksi infeksi TBC. Pemeriksaan ini terutama berkaitan dengan penilaian kemungkinan infeksi laten, sesuai indikasi dan prosedur medis.

Emie mengingatkan bahwa orang yang pernah berkontak erat dengan pasien TBC tidak selalu menunjukkan gejala. Kondisi tanpa keluhan bukan berarti seseorang pasti bebas dari infeksi.

Pada infeksi TBC laten, kuman berada di dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit aktif. Kondisi tersebut berbeda dari TBC aktif yang dapat menimbulkan gejala dan, jika menyerang paru-paru, berpotensi menular kepada orang lain.

BACA JUGA:TBC Kota Batu Sulit Diputus, Baru 30 Persen Kontak Serumah Jalani Terapi Pencegahan Alternatif Judul:

Kategori :