Hari Vegan Sedunia 1 November, Mengenal Sejarah dan Gerakan Vegan di Malang Raya

Hari Vegan Sedunia 1 November, Mengenal Sejarah dan Gerakan Vegan di Malang Raya

Ilustrasi gorengan kembang kol dengan rasa tom yam, salah satu menu vegetarian. -unileverfoodsolutions--

MALANG, DISWAYMALANG.ID — Pilihan makanan berbasis tumbuhan semakin mendapat perhatian di tengah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan, kesejahteraan hewan, dan kelestarian lingkungan. Di Malang Raya, gerakan ini mulai terlihat melalui kegiatan edukasi komunitas hingga hadirnya tempat makan yang menyediakan hidangan tanpa bahan hewani.

Momentum tersebut bertepatan dengan Hari Vegan Sedunia atau World Vegan Day yang diperingati setiap 1 November. Pada 2026, peringatan ini kembali mengajak masyarakat mengenal pola hidup vegan sekaligus memahami alasan di balik pilihan tersebut.

Di Kota Malang, salah satu gerakan yang aktif memperkenalkan pola makan nabati adalah Komunitas 21 Hari Vegan. Komunitas ini tidak hanya mengajak masyarakat mencoba makanan berbahan tumbuhan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai gizi dan penerapan pola makan nabati dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa veganisme mulai memiliki ruang di tengah masyarakat Malang. Meski belum tersedia data resmi mengenai jumlah vegan di Malang Raya, keberadaan komunitas dan usaha kuliner berbasis nabati memperlihatkan adanya minat terhadap gaya hidup tersebut.

Berawal dari Inggris pada 1944

Sejarah Hari Vegan Sedunia tidak bisa dilepaskan dari berdirinya The Vegan Society di Inggris pada November 1944. Organisasi tersebut dibentuk oleh Donald Watson bersama sejumlah tokoh vegetarian, termasuk Elsie Shrigley.

Istilah vegan juga mulai digunakan pada masa itu. Donald Watson memilih kata tersebut dari bagian awal dan akhir kata vegetarian. Istilah ini kemudian digunakan untuk menyebut pola hidup yang menghindari pemanfaatan hewan sejauh mungkin dan dapat diterapkan secara praktis.

Latar belakang gerakan tersebut berkaitan dengan keinginan sebagian anggota Vegetarian Society untuk mengembangkan pola makan tanpa susu dan produk hewani lainnya. Setelah gagasan tersebut tidak mendapat ruang dalam organisasi sebelumnya, kelompok yang dipimpin Watson membentuk gerakan tersendiri.

The Vegan Society kemudian berkembang menjadi organisasi yang memperjuangkan gaya hidup tanpa eksploitasi hewan. Cakupannya tidak hanya makanan, tetapi juga pilihan pakaian, produk sehari-hari, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Mengapa Diperingati Setiap 1 November?

Hari Vegan Sedunia pertama kali diperingati pada 1 November 1994. Penetapan tanggal tersebut dilakukan Louise Wallis, mantan Ketua The Vegan Society, untuk menandai ulang tahun ke-50 organisasi yang berdiri pada 1944.

Sejak itu, 1 November menjadi momentum untuk memperkenalkan veganisme kepada masyarakat luas. Peringatan ini kemudian berkembang menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar selama November, yang dikenal sebagai World Vegan Month atau Bulan Vegan Sedunia.

Peringatan tersebut bukan sekadar ajakan mengganti menu makanan. Ada tiga isu utama yang sering diangkat, yakni kesejahteraan hewan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam perkembangannya, gerakan vegan juga mendorong tersedianya pilihan makanan nabati yang lebih mudah dijangkau. Tujuannya agar masyarakat dapat mengenal pola makan tersebut tanpa harus bergantung pada produk khusus yang mahal atau sulit ditemukan.

Vegan Berbeda dengan Vegetarian

Istilah vegan dan vegetarian sering digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki pengertian berbeda.

Vegetarian umumnya menghindari konsumsi daging, ikan, dan unggas. Namun, sebagian vegetarian masih mengonsumsi produk hewani tertentu, seperti telur, susu, atau madu, bergantung pada jenis pola makan yang dijalani.

Sumber: diolah dari berbagai sumber