Risiko berkembang menjadi TBC aktif dapat meningkat ketika daya tahan tubuh melemah. Karena itu, orang yang memiliki riwayat kontak erat perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan dan tindak lanjut yang sesuai.
Deteksi Dini Jadi Kunci Memutus Penularan
Penemuan kasus secara aktif menjadi salah satu langkah penting dalam penanggulangan TBC. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah warga yang diperiksa, melainkan juga tindak lanjut terhadap orang yang terdiagnosis.
Pasien yang dinyatakan mengalami TBC perlu mendapatkan pengobatan sesuai standar dan menyelesaikannya berdasarkan arahan tenaga kesehatan. Pemeriksaan kontak erat, edukasi pencegahan, dan pemantauan pengobatan juga diperlukan untuk mengurangi risiko penularan.
Puskesmas Sisir berharap program ACF dapat membantu menemukan kasus lebih dini dan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan. Program ini direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya dengan cakupan yang lebih luas.
BACA JUGA:Penyembuhan TBC di Kota Batu Sudah 100 Persen, PR-nya Cegah Penularan dan Kesadaran Masyarakat
Melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan partisipasi warga, upaya penanggulangan TBC di Kota Batu diharapkan semakin efektif. Masyarakat yang memiliki gejala atau riwayat kontak erat dengan pasien TBC sebaiknya segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan, tanpa menunggu kondisi memburuk.