Cuaca Ekstrem Mengintai, Ini Tips Aman Mendaki Gunung dan Liburan ke Pantai

Rabu 23-09-2026,08:13 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

Jangan Memaksakan Diri saat Kabut dan Angin Menguat

Punggungan terbuka, puncak dan area dengan paparan angin tinggi perlu dihindari ketika hembusan semakin kuat. Jika kondisi memburuk, segera mencari lokasi yang lebih terlindung atau kembali ke tempat aman.

Tetap berjalan dalam kelompok dan jangan memisahkan diri. Kabut tebal dapat mengurangi jarak pandang sehingga risiko tersesat meningkat.

Jika jalur sudah sulit dikenali, jangan mengambil jalan pintas yang belum diketahui. Gunakan alat navigasi dan ikuti jalur resmi yang ditetapkan pengelola.

Kenali Gejala Hipotermia

Hipotermia dapat terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas. Kondisinya perlu ditangani serius, terutama ketika seseorang sudah mengalami menggigil hebat, kebingungan, bicara tidak jelas, lemah atau kehilangan koordinasi.

Segera pindahkan korban ke tempat yang lebih terlindung dari angin dan hujan. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering, selimuti tubuh dan lakukan penghangatan secara bertahap.

Jika kondisi korban memburuk, segera minta bantuan dan lakukan evakuasi. Jangan membiarkan korban berjalan sendiri ketika koordinasi tubuhnya sudah menurun.

Waspadai Ombak Tinggi di Pantai

Wisatawan pantai juga harus memperhatikan kondisi laut sebelum bermain air. Pada 23 September 2026, BMKG mencatat gelombang 3,4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur sehingga aktivitas di kawasan pantai terbuka perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.

Jangan berenang atau bermain air hanya karena kondisi daratan terlihat tenang. Gelombang besar dapat datang secara tiba-tiba, sementara arus balik atau rip current dapat menyeret seseorang menjauh dari garis pantai.

Tidak ada satu angka ketinggian gelombang yang dapat dijadikan patokan tunggal untuk menentukan seseorang aman berenang. Kondisi pantai, bentuk garis pantai, arus, pasang surut, angin, gelombang dan peringatan petugas harus dipertimbangkan secara bersamaan.

Kenali Bahaya Rip Current

Rip current merupakan arus kuat yang bergerak menjauhi pantai menuju laut. Arus ini dapat menyeret perenang ke perairan yang lebih dalam dan sangat berbahaya jika dilawan dengan berenang lurus menuju pantai.

Jika terseret rip current, jangan langsung melawan arus dengan berenang menuju pantai. Tetap tenang, berusaha mengapung dan berenang menyamping sejajar garis pantai hingga keluar dari jalur arus, kemudian bergerak menuju pantai ketika sudah berada di area yang lebih aman.

Tetap utamakan arahan petugas penjaga pantai dan jangan memasuki area yang diberi tanda larangan. BMKG juga mengingatkan bahaya rip current pada kondisi gelombang tinggi.

Kategori :