350 Personel Siaga Bencana di Batu, Petak 18 Jadi Perhatian

350 Personel Siaga Bencana di Batu, Petak 18 Jadi Perhatian

‎Kapolres Batu beserta Forkopimda meninjau peralatan persiapan antisipasi Bencana Hidrometeorologi ‎-Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem di penghujung tahun, Polres Batu menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi di Rest Area Jalibar, Rabu (4/11/2026).

‎Apel ini bukan sekadar seremonial. Sebanyak 350 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan sebagai wujud komitmen bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi di tengah potensi bencana yang mengintai Kota Batu.

‎Apel siaga dipimpin langsung oleh Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa, dan dihadiri lengkap oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Antara lain Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta seluruh unsur terkait.

‎BACA JUGA:Polres Batu Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying hingga Judi Online

Kerawanan Bencana Kota Batu Cukup Tinggi‎

Kapolres Batu menegaskan, kondisi geografis Kota Batu yang berada di kawasan pegunungan dan lereng membuat daerah ini memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi. Ancaman banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung menjadi potensi yang harus diwaspadai bersama.

‎"Kita menyadari wilayah Kota Batu memiliki potensi kerawanan bencana alam. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari seluruh unsur, baik aparat maupun partisipasi aktif masyarakat, menjadi hal penting untuk kita antisipasi bersama," tegas AKBP Panji.

‎Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk memastikan kesiapan secara total. Baik kesiapan fisik personel maupun keandalan sarana prasarana pendukung di lapangan.

BACA JUGA:Kapolres Batu Ajak SPSI dan Pengusaha Jaga Kondusivitas Ketenagakerjaan

Petugas di lapangan diminta untuk mempertajam deteksi dini dan langkah mitigasi. Juga, kecepatan respons terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah masing-masing.

Kolaborasi Lintas-Sektor tanpa Ego Sektoral

‎Lebih dari itu, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas-sektor tanpa adanya ego sektoral dalam menangani situasi darurat bencana. Hubungan harmonis antara petugas dan warga harus terus dipupuk untuk meminimalisir dampak buruk cuaca ekstrem.

‎"Kepada seluruh jajaran lintas sektor, relawan, dan instansi terkait, mari terus perkuat sinergitas. Hilangkan ego sektoral, kedepankan kepentingan masyarakat, dan pastikan setiap langkah penanganan dilaksanakan secara cepat, tepat, profesional, dan humanis," ujarnya.

‎BACA JUGA:Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Batu Bekuk 11 Tersangka Curanmor, 3 Diantaranya Residivis

‎Ia juga meminta petugas tidak hanya siaga di lapangan, tetapi juga aktif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat agar semakin mawas diri.

‎"Saya tegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," pungkasnya.

Libatkan Unsur Pemkot, Kepolisian, Arhanud, dan Relawan

Sumber: