BPBD Malang Bahas Status Darurat, 800 Personel Disiagakan
Foto bersama Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi melalui koordinasi lintas instansi dengan Wakil Bupati Kabupaten Malang pada Jumat, (6/11/2026)-Polres Malang & BPBD Kab Malang-
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID--Ancaman bencana hidrometeorologi mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang seiring meningkatnya intensitas kejadian bencana di sejumlah wilayah. Menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai membahas tahapan penetapan status tanggap darurat, Jumat (6/11/2026).
Pembahasan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu perubahan cuaca. Mulai banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Kondisi geografis Kabupaten Malang yang cukup beragam, mulai kawasan pegunungan, perbukitan, dataran rendah hingga pesisir, membuat tingkat kerawanan bencana di setiap wilayah berbeda. Karena itu, kesiapsiagaan dan pemetaan risiko menjadi hal penting untuk diperkuat.
BACA JUGA:Polres Malang Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Wilayah Timur Mulai Terdampak
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, sebelumnya menyoroti meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir. Kawasan timur Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Sejumlah lahan persawahan dilaporkan terendam genangan air hingga berdampak pada kerusakan tanaman. Di sisi lain, ancaman tanah longsor dan angin kencang juga mulai membayangi sejumlah kawasan.
Situasi tersebut menuntut kesiapan lintas instansi. Tidak hanya personel, pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan peralatan operasional, sarana evakuasi, hingga logistik apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
800 Personel Disiapkan Hadapi Bencana
Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sebelumnya diperkuat melalui Apel Gelar Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Polres Malang pada Kamis (5/11/2026).
Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai TNI, BPBD Kabupaten Malang, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga instansi terkait.
BACA JUGA:Wabup Lathifah: Petani Purwosekar Bisa Raup Rp9 Juta Bersih dari Jagung Sekali Panen
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri menyampaikan, sebanyak 800 personel telah disiapkan untuk mendukung operasi penanganan bencana. Kekuatan tersebut dibagi ke dalam empat rayon berdasarkan wilayah, yakni utara, selatan, barat, dan timur.
Skema pembagian rayon ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi petugas ketika terjadi bencana. Dengan demikian, personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dapat segera melakukan penanganan awal.
Selain kesiapan sumber daya manusia, dukungan operasional juga mencakup kendaraan, perahu karet, perlengkapan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR), alat komunikasi, peralatan medis, serta kebutuhan logistik.
Penetapan Status Sesuai Kondisi Lapangan
Pembahasan tahapan status tanggap darurat menjadi salah satu aspek strategis dalam menentukan pola penanganan bencana. Penetapannya harus mempertimbangkan hasil kajian terhadap kondisi wilayah, tingkat ancaman, dampak kejadian, serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Sumber: polres malang









