BATU, DISWAYMALANG.ID- Momen trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1 dimanfaatkan Jawa Timur Park Group untuk berbagi. Sebanyak 3.200 tiket gratis diberikan kepada pelajar di Jawa Timur, pelajar Kota Batu, serta anak-anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Batu agar bisa merasakan langsung wisata edukasi terbaru tersebut.
Penyerahan tiket dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, pada Rabu (16/9/2026). Rinciannya, 1.000 tiket untuk pelajar Kota Batu diserahkan kepada Wali Kota Batu, Nurochman dan 2.000 tiket untuk pelajar Jawa Timur diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, 200 tiket juga diberikan khusus untuk anak-anak di bawah naungan LKSA Kota Batu.
BACA JUGA:Khofifah Resmikan Museum Mega Science Center & Budaya JTP 1, Ada 617 Alat Peraga, Terbanyak se-Asia
Rio mengatakan, pemberian akses ini merupakan bagian dari komitmen JTP Group untuk memperluas kesempatan belajar di luar kelas. "Kami ingin kesempatan belajar melalui pengalaman tidak hanya dirasakan oleh mereka yang datang bersama keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan belajar para pelajar," ujarnya.
Di Mega Science Center dan Budaya, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan total 1.640 koleksi, yang terdiri dari 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya. Koleksi tersebut tersebar di berbagai zona tematik mulai dari fisika, antariksa, simulasi kebencanaan, robotik dan Artificial Intelligence (AI), hingga sejarah dan budaya Indonesia.
BACA JUGA:Museum Mega Science Center dan Budaya Hadir di Batu, 617 Alat Peraga Siap Dibuka 16 September
"Di sini mereka bisa belajar tentang fisika, antariksa, kebencanaan, teknologi, sampai sejarah dan budaya dengan cara yang berbeda. Harapannya, pengalaman ini bisa menumbuhkan rasa ingin tahu," lanjutnya.
Pemberian 1.000 tiket untuk pelajar Kota Batu menjadi bentuk dukungan JTP Group terhadap Kota Batu sebagai kota wisata dan edukasi. Sementara 2.000 tiket untuk pelajar Jatim membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar dari berbagai wilayah.
"Adapun 200 tiket untuk anak LKSA diharapkan bisa menjadi ruang rekreasi sekaligus pembelajaran bagi anak-anak dari berbagai latar belakang," ulasnya.
BACA JUGA:Desa Wisata Sidomulyo, Kota Batu: Kampung Bunga dengan Mal Tanaman Hias hingga Kampung Sakura
Melalui wahana ini, JTP Group mengusung pendekatan edukasi berbasis experience, di mana pengunjung tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga bisa mencoba, mengamati, dan berinteraksi langsung.
Rio menjelaskan bahwa museum ini memang dirancang sebagai inovasi pariwisata berbasis pembelajaran. Tempat ini dibuat agar anak-anak sekolah bisa memahami konsep sains yang rumit dan sejarah peradaban tanpa rasa bosan.
“Pengunjung tidak hanya membaca atau melihat benda koleksi di balik kaca, tapi bisa berinteraksi langsung dan merasakan sendiri pengalamannya,” katanya.
BACA JUGA:Khofifah Cek Lahan di Tlekung untuk Calon Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Batu
Keunggulan utama museum ini ada pada kelengkapan alat peraganya. Tercatat ada 617 alat peraga sains dan budaya.yang tersedia secara interaktif. Jumlah ini diklaim menjadi yang terbanyak di Asia. Bahkan mengungguli museum sejenis di Tiongkok.