JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama membawa pulang catatan penting dari GP Misano. Pembalap Honda Team Asia tersebut finis di posisi ke-18 setelah kesulitan mengejar ritme rombongan depan sepanjang balapan Moto3.
Hasil itu menunjukkan masih ada pekerjaan yang perlu diperbaiki Honda Team Asia, terutama dalam menemukan kombinasi setup yang membuat Honda NSF250RW mampu bekerja lebih kompetitif sejak awal balapan.
Veda sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda positif sebelum balapan. Pada sesi latihan Jumat dengan kondisi lintasan yang masih basah, pembalap Indonesia itu merasa cukup percaya diri dengan karakter motor.
Kondisi trek yang berubah menjadi kering kemudian menghadirkan persoalan berbeda. Grip aspal yang lebih tinggi membuat karakter motor dan kebutuhan setup ikut berubah.
Tim Honda Team Asia melakukan penyesuaian setelah sesi kualifikasi. Perubahan tersebut memberikan arah yang lebih positif, tetapi belum cukup untuk mengubah posisi Veda secara signifikan ketika balapan berlangsung.
Ketertinggalan Terlihat Sejak Lap Awal
Persoalan utama terlihat dari perbedaan pace dengan pembalap terdepan.
Veda mencatat waktu 1 menit 50,687 detik pada lap pertama. Setelah itu, waktunya mulai membaik dan masuk kisaran 1 menit 42 detik hingga 1 menit 41 detik.
Namun, pembalap di barisan depan mampu menjaga catatan waktu sekitar 1 menit 40 detik. Maximo Quiles bahkan mencatat 1 menit 41,002 detik pada lap kedua, sebelum David Almansa membukukan 1 menit 40,801 detik pada lap ketiga.
Selisih waktu sekitar satu detik dalam satu lap membuat Veda kesulitan mendekati rombongan di depannya. Situasi tersebut juga membuat peluang untuk memperbaiki posisi semakin terbatas.
Karakter Misano turut menjadi tantangan. Sirkuit sepanjang 4,226 kilometer itu memiliki bagian yang membuat pembalap membutuhkan kecepatan dan kestabilan motor secara konsisten.
Veda kemudian baru mendapatkan ritme yang lebih baik menjelang akhir balapan. Pada lap ke-15, ia mencatat 1 menit 41,798 detik, lalu 1 menit 41,516 detik pada lap ke-16.
Kecepatan tersebut mampu dipertahankan hingga lap ke-19. Veda bahkan mencatat waktu terbaiknya sepanjang balapan dengan 1 menit 41,45 detik.
Sayangnya, peningkatan tersebut datang ketika posisi Veda sudah cukup jauh dari rombongan perebutan poin.
Honda NSF250RW Perlu Lebih Konsisten
Catatan tersebut membuat persoalan Veda di Misano tidak bisa hanya dilihat dari hasil finis. Kecepatan sebenarnya sempat muncul, tetapi belum hadir pada waktu yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah karakter motor ketika menghadapi kondisi lintasan kering. Saat trek memiliki grip lebih tinggi, pengaturan suspensi dan geometri menjadi semakin penting agar pembalap tetap mendapatkan respons yang sesuai.