2 tahun Disway Malang

Hari Ozon Sedunia 16 September 2026: Sejarah, Kondisi Lapisan Ozon Dunia, Indonesia, dan Bahaya Terapi Ozon

Hari Ozon Sedunia 16 September 2026: Sejarah, Kondisi Lapisan Ozon Dunia, Indonesia, dan Bahaya Terapi Ozon

Ilustrasi Hari Ozon Sedunia 16 September 2026. -dana mitra lingkungan--

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya lapisan ozon bagi kehidupan di Bumi. Peringatan ini berkaitan dengan penandatanganan Protokol Montreal pada 16 September 1987, perjanjian internasional yang mengatur pengurangan dan penghapusan berbagai bahan kimia perusak lapisan ozon.

Lapisan ozon berada di stratosfer, sekitar 15–35 kilometer di atas permukaan Bumi. Ozon di lapisan tersebut menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet berbahaya dari Matahari, terutama UV-B dan UV-C. Tanpa perlindungan ini, risiko kanker kulit, katarak, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta kerusakan tanaman dan ekosistem laut akan meningkat.

Namun, ozon tidak selalu bermanfaat. Ozon yang berada dekat permukaan Bumi atau troposfer justru merupakan polutan udara. Gas tersebut dapat terbentuk melalui reaksi kimia antara nitrogen oksida dan senyawa organik mudah menguap yang dipicu sinar Matahari. Karena itu, ozon di langit atas dan ozon di udara yang dihirup manusia harus dibedakan.

Sejarah Penemuan Lapisan Ozon

Keberadaan ozon mulai terungkap melalui penelitian fisikawan Prancis Charles Fabry dan Henri Buisson pada 1913. Keduanya menemukan bahwa sebagian radiasi ultraviolet Matahari diserap oleh suatu zat di atmosfer.

Penelitian berikutnya dikembangkan oleh ahli meteorologi Inggris Gordon Miller Bourne Dobson. Ia membuat instrumen yang memungkinkan pengukuran jumlah ozon dari permukaan Bumi. Satuan pengukuran jumlah ozon dalam kolom atmosfer kemudian dikenal sebagai Dobson Unit atau DU.

Pada 1930, fisikawan Inggris Sydney Chapman menjelaskan mekanisme pembentukan dan penghancuran ozon secara alami. Ozon terbentuk ketika radiasi ultraviolet memecah molekul oksigen menjadi atom oksigen. Atom tersebut kemudian bergabung dengan molekul oksigen lain dan membentuk ozon.

Siapa Pahlawan Ozon?

Tidak hanya ada satu tokoh yang disebut sebagai pahlawan ozon. Tiga ilmuwan yang paling sering dikaitkan dengan pengungkapan bahaya bahan kimia perusak ozon adalah Paul Crutzen, Mario Molina, dan F Sherwood Rowland.

Paul Crutzen meneliti peran senyawa nitrogen dalam kimia atmosfer. Sementara itu, Mario Molina dan Sherwood Rowland pada 1974 menjelaskan bahwa chlorofluorocarbon atau CFC yang sebelumnya banyak digunakan dalam aerosol, pendingin, dan berbagai produk industri dapat mencapai stratosfer.

Di lapisan stratosfer, radiasi ultraviolet memecah CFC dan melepaskan atom klorin. Atom klorin dapat memicu reaksi berantai yang menghancurkan molekul ozon. Satu atom klorin dapat terlibat dalam penghancuran banyak molekul ozon sebelum akhirnya dikeluarkan dari siklus reaksi.

Penelitian tersebut membantu mendorong lahirnya Protokol Montreal. Atas kontribusi mereka terhadap kimia atmosfer, Crutzen, Molina, dan Rowland menerima Nobel Kimia pada 1995.

Protokol Montreal dan Keberhasilan Kerja Sama Dunia

Protokol Montreal menjadi salah satu contoh penting kerja sama internasional dalam menangani masalah lingkungan. Perjanjian ini mengatur pengurangan bertahap bahan perusak ozon, termasuk CFC, halon, karbon tetraklorida, dan sejumlah bahan kimia lainnya.

Pelaksanaannya telah mengurangi sekitar 99 persen penggunaan bahan perusak ozon yang dikendalikan dalam perjanjian tersebut. Kebijakan ini juga membantu mengurangi tekanan terhadap iklim karena banyak bahan perusak ozon merupakan gas rumah kaca yang kuat.

Perubahan tidak terjadi secara cepat karena sebagian bahan kimia memiliki umur atmosfer panjang. Meski demikian, pengamatan ilmiah menunjukkan bahwa lapisan ozon global berada dalam jalur pemulihan.

Bagaimana Kondisi Lapisan Ozon Dunia?

Kondisi lapisan ozon dunia tidak seragam. Perubahannya dipengaruhi musim, suhu stratosfer, pola angin, aktivitas Matahari, letusan gunung berapi, serta konsentrasi bahan kimia perusak ozon yang masih bertahan di atmosfer.

Sumber: diolah dari berbagai sumber