Perubahan setup yang dilakukan Honda Team Asia setelah kualifikasi menunjukkan adanya upaya mencari solusi. Namun, waktu yang tersedia dalam balapan tidak cukup untuk membawa Veda kembali ke posisi yang menghasilkan poin.
Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi tim menjelang seri berikutnya di Red Bull Ring, Austria.
Karakter trek Austria berbeda dengan Misano dan disebut sebagai salah satu sirkuit yang disukai Veda. Karena itu, seri berikutnya akan memberikan kesempatan untuk melihat apakah peningkatan pace yang muncul di akhir GP Misano bisa dibangun sejak awal.
Bagi Veda Ega Pratama, tantangannya bukan hanya menemukan satu atau dua lap cepat. Konsistensi pace sejak lap awal menjadi bagian penting agar ia tidak kembali kehilangan terlalu banyak waktu sebelum akhirnya menemukan ritme terbaik.(*)