Kabut asap akibat karhutla Indonesia dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Asia Tenggara.
Malaysia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Sejumlah wilayah di Sarawak bahkan mengalami kualitas udara pada level berbahaya. Pemerintah Malaysia kemudian mengambil langkah darurat di Serian setelah indeks pencemaran udara menembus level ekstrem.
Selain Malaysia dan Brunei Darussalam, dampak asap juga dilaporkan mencapai Filipina. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla Indonesia tidak lagi semata-mata menjadi persoalan domestik, tetapi juga menyangkut hubungan dan kerja sama regional.
Indonesia sendiri sebelumnya telah mendorong penguatan kerja sama ASEAN untuk menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap lintas batas. Forum regional tersebut mencakup koordinasi pencegahan, kesiapsiagaan serta penanganan pencemaran asap yang melintasi batas negara.
Bagi pemerintah, penanganan di dalam negeri dan koordinasi dengan negara tetangga menjadi dua bagian yang tidak terpisahkan. Sementara bagi Gerindra, persoalan tersebut harus ditangani tanpa mengorbankan hubungan baik Indonesia dengan negara-negara ASEAN.