2 tahun Disway Malang

Veda Ega Pratama P2 di FP1 Moto3 San Marino? Ternyata Cuma Hoaks

Veda Ega Pratama P2 di FP1 Moto3 San Marino? Ternyata Cuma Hoaks

Veda Ega Pratama diklaim P2 di FP1 Moto3 San Marino dan dipuji Marc Marquez. Ternyata narasi tersebut adalah hoaks.-SS YOUTUBE -

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Kabar Veda Ega Pratama finis di posisi kedua atau P2 pada sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 San Marino 2026 ternyata bukan fakta. Narasi yang menyebut pembalap Indonesia itu mendapat pujian dari Marc Marquez hingga terlibat perang komentar dengan Brian Uriarte dipastikan sebagai karangan belaka dan hoaks.

Narasi tersebut sebelumnya dikemas seolah-olah sebagai laporan langsung dari paddock Misano World Circuit Marco Simoncelli. Veda disebut tampil mengejutkan dengan menempati posisi kedua pada sesi FP1 Moto3 San Marino.

Tidak berhenti di hasil sesi latihan, narasi itu juga menyertakan sejumlah cerita dramatis. Salah satunya mengenai Marc Marquez yang diklaim memberikan pujian tinggi kepada Veda setelah melihat penampilannya di lintasan.

Dalam narasi tersebut, Marquez bahkan disebut menilai Veda memiliki insting balap alamiah yang kuat serta mampu menunjukkan ketenangan dan determinasi saat menghadapi tikungan-tikungan di Misano.

Cerita kemudian diperkuat dengan klaim bahwa Marquez dan Veda pernah berlatih bersama di Sirkuit Karting Aragon, Spanyol. Dari sesi tersebut, Marquez dikisahkan sudah melihat potensi besar pembalap muda Indonesia itu.

Namun, seluruh rangkaian cerita tersebut ternyata merupakan bagian dari narasi fiktif. Tidak ada dasar dalam transkrip tersebut yang dapat membuktikan bahwa pernyataan Marc Marquez itu benar-benar disampaikan.

Rivalitas Veda dan Brian Uriarte

Bagian lain yang juga dibuat dramatis adalah cerita mengenai Brian Uriarte. Pembalap asal Spanyol itu diklaim meremehkan keberhasilan Veda setelah hanya menempati posisi ketujuh pada FP1.

Uriarte bahkan disebut mengatakan bahwa hasil FP1 tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya dalam balapan. Ia juga dituding menyebut posisi Veda sebagai hasil memanfaatkan towing atau slipstream.

Narasi tersebut kemudian berkembang menjadi perang urat saraf menjelang balapan. Uriarte digambarkan yakin bisa mengalahkan Veda pada race day.

Sebaliknya, Veda dikisahkan memilih tetap tenang dan tidak terpancing. Ia disebut lebih fokus memperbaiki setup motor Honda bersama tim daripada menanggapi pernyataan rival.

Masalahnya, seluruh percakapan tersebut juga tidak dapat dianggap sebagai fakta hanya berdasarkan narasi video.

Kisah tersebut memang dibuat menyerupai berita olahraga dengan memasukkan nama pembalap, tim, lokasi balapan, hasil latihan, hingga kutipan langsung. Pola seperti itu membuat informasi fiktif terlihat seolah-olah berasal dari laporan jurnalistik.

Padahal, narasi pada bagian akhir secara terang menyatakan bahwa berita mengenai Veda Ega Pratama tersebut merupakan karangan belaka dan hoaks.

Jangan Mudah Percaya Narasi Balap

Kasus ini menjadi pengingat bagi penggemar Moto3 dan pendukung Veda Ega Pratama agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar hanya karena dikemas dengan detail dan kutipan.

Sumber: