Malaysia-Brunei Bawa Asap Karhutla ke ASEAN, Begini Langkah Pemerintah

Rabu 09-09-2026,08:21 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID-- Persoalan kabut asap kembali menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara. Dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ikut dirasakan negara tetangga sehingga mendorong Malaysia dan Brunei Darussalam membahasnya melalui mekanisme ASEAN.

Situasi tersebut menempatkan penanganan asap karhutla tidak hanya sebagai persoalan domestik. Ketika asap bergerak melintasi batas negara, upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran juga berkaitan dengan kerja sama regional.

Di dalam negeri, pemerintah memastikan penanganan kebakaran tetap berjalan. Presiden Prabowo Subianto disebut terus memantau kondisi wilayah terdampak dan mengoordinasikan langkah penanganan bersama pemerintah daerah yang berada di kawasan rawan karhutla.

Gerindra Bicara Langkah Pemerintah

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan pemerintah masih fokus menangani karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan koordinasi secara langsung maupun melalui pertemuan daring untuk memantau penanganan kebakaran.

"Presiden kan turun langsung, baik itu melakukan rapat-rapat koordinasi secara langsung di area karhutla, begitupun melalui Zoom," kata Bahtra, Rabu 9 September 2026.

Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah. Terutama daerah yang masuk kategori rawan karhutla.

Bahtra menilai penanganan bencana tidak hanya membutuhkan langkah pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga harus bergerak sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Malaysia dan Brunei Gunakan Mekanisme ASEAN

Malaysia dan Brunei sebelumnya menyepakati penggunaan mekanisme ASEAN untuk membahas persoalan kabut asap yang berasal dari karhutla Indonesia.

Kesepakatan tersebut muncul dalam Konsultasi Pemimpin Tahunan Malaysia-Brunei ke-27 di Bandar Seri Begawan pada 22 Agustus 2026.

Persoalan kabut asap lintas batas memiliki mekanisme khusus melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Indonesia juga menjadi bagian dari kerja sama regional tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, Indonesia menegaskan tetap mengutamakan koordinasi dengan negara-negara tetangga untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas.

Hubungan dengan Negara Tetangga Tetap Dijaga

Bahtra menegaskan persoalan karhutla tidak seharusnya mengganggu hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.

Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan negara ASEAN lainnya disebut tetap menjadi mitra penting Indonesia dalam menghadapi persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melintasi batas wilayah.

"Ya tentu kan dengan semua negara-negara tetangga, kita dengan Malaysia, dengan Singapura ataupun yang lain sebagainya kan hubungan kita kan secara baik ya dengan negara-negara tetangga," ujar Bahtra.

Menurut dia, Presiden Prabowo terus membangun hubungan baik dengan negara-negara tetangga di tengah persoalan asap karhutla.

Asap Meluas ke Negara Tetangga

Kategori :