2 tahun Disway Malang

Gus Baha Ungkap Cara Membuat Harta Menjadi Abadi, Ternyata Bukan dengan Menyimpannya (5)

Gus Baha Ungkap Cara Membuat Harta Menjadi Abadi, Ternyata Bukan dengan Menyimpannya (5)

Ilustrasi Gus Baha dalam sebuah pengajian di Jombang, Jatim. -Youtube eviita multimedia--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Gus Baha mengajak umat melihat sedekah dari sudut pandang yang sederhana, tetapi sering terlupakan. Menurutnya, harta yang diberikan kepada orang lain karena Allah Swt justru merupakan harta yang benar-benar masih menjadi milik seseorang.

Logika tersebut sekilas terdengar berlawanan dengan kebiasaan manusia. Biasanya, orang merasa hartanya berkurang setelah bersedekah. Sebaliknya, Gus Baha justru menjelaskan bahwa yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sendiri pada akhirnya akan habis.

“Yang kamu kasihkan itu justru yang masih,” ujar Gus Baha saat menjelaskan bagaimana Nabi saw mengajarkan cara memandang harta.

Penjelasan itu menjadi menarik karena Gus Baha tidak sekadar mengajak orang bersedekah. Ia terlebih dahulu mengubah cara berpikir tentang apa yang sebenarnya disebut sebagai harta yang masih dimiliki manusia.

Harta yang Dinikmati Bisa Habis

Gus Baha memberikan gambaran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Makanan yang dibeli dengan uang akan dimakan. Setelah masuk ke tubuh, makanan itu selesai menjadi milik kita dalam bentuk yang sebelumnya.

Begitu pula pakaian. Ketika terus digunakan, pakaian akan rusak dan akhirnya tidak bisa dipakai lagi.

Harta benda lainnya juga demikian. Rumah digunakan, kendaraan dipakai, uang dibelanjakan, sementara berbagai fasilitas duniawi perlahan mengalami penyusutan.

Karena itu, Gus Baha mengajak jamaah membandingkan harta yang dikonsumsi dengan harta yang disedekahkan.

“Yang kamu kasihkan itu justru yang masih,” tegasnya.

Bagi Gus Baha, sedekah bukan sekadar mengeluarkan sebagian harta. Sedekah merupakan cara memindahkan nilai harta dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.

Nabi saw Mengajarkan Cara Melihat Harta

Dalam penjelasan Gus Baha, Nabi saw pernah memberikan pemahaman mengenai makanan atau harta yang dimiliki seseorang.

Manusia sering merasa bahwa semua yang ada di rumah merupakan kekayaan. Padahal, ketika makanan dimakan, makanan itu sudah tidak ada. Ketika pakaian dipakai terus-menerus, pakaian itu akan rusak.

Sementara sesuatu yang diberikan sebagai sedekah justru memiliki umur yang jauh lebih panjang.

Gus Baha kemudian menyederhanakan persoalan tersebut dengan gaya khasnya.

Sumber: youtube evita multimedia

Berita Terkait