Karhutla Mengintai Kota Batu, Puntung Rokok dan Api Unggun Jadi Ancaman Serius

Selasa 18-08-2026,14:01 WIB
Reporter : Muhammad Sholeh
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID-- Musim kemarau membuat kawasan hutan di Kota Batu menghadapi risiko kebakaran yang lebih tinggi. Kondisi vegetasi yang mengering ditambah aktivitas manusia menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan sebagian besar kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipetakan selama ini berkaitan dengan aktivitas manusia.

Menurutnya, sumber api dapat berasal dari berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Mulai pembakaran lahan, api unggun hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan berpotensi memicu kebakaran.

"Kalau kita lihat prosentasenya, rata-rata kejadian itu disebabkan oleh manusia. Bisa karena aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkontrol, kegiatan api unggun yang tidak dipadamkan dengan benar, sampai pembuangan puntung rokok di area yang kering," ujar Gatot, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA:Bendera Merah Putih Raksasa 1.000 Meter Persegi Membentang di Lereng Panderman, Tradisi 14 Tahun

Puntung Rokok Bisa Picu Kebakaran

Gatot mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan bara kecil dari puntung rokok, terutama ketika berada di kawasan hutan yang dipenuhi rumput dan daun kering.

Percikan api yang terlihat kecil dapat membesar ketika terkena hembusan angin. Api kemudian berpotensi menyebar dengan cepat karena kondisi vegetasi yang kering.

Aktivitas lain yang juga pernah dikaitkan dengan kejadian kebakaran adalah kegiatan perburuan di kawasan hutan.

"Mungkin pernah terjadi juga karena ulah para pemburu yang mencari buruannya, akhirnya menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.

Pendaki dan Camper Diminta Waspada

BPBD Kota Batu juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Gunung Panderman.

Aktivitas pendakian masih cukup ramai. Selain pendaki, kawasan tersebut juga digunakan untuk kegiatan tektok dan berkemah.

BACA JUGA:Belajar Mitigasi Bencana, 14 Anak TPA Surya Sakinah Kunjungi Posko BPBD Kota Batu

BPBD mengimbau seluruh pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika membawa sumber api.

"Kami mengimbau kepada teman-teman yang melakukan aktivitas pendakian atau camping. Kalau memang merokok, pastikan puntung rokok benar-benar padam dan dibuang pada tempatnya. Jangan dibuang sembarangan karena bisa menimbulkan percikan api," tegas Gatot.

Penggunaan api unggun juga harus dilakukan secara hati-hati. Api sebaiknya dibuat jauh dari material yang mudah terbakar.

Kategori :