2 tahun Disway Malang

Hadapi Kemarau, Peternak Sapi di Dusun Brau Batu Putar Otak Jaga Stok Pakan

Hadapi Kemarau, Peternak Sapi di Dusun Brau Batu Putar Otak Jaga Stok Pakan

Peternak Sapi di Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu sedang memberikan pakan hijau -Sholeh/Diswaymalang -

BUMIAJI, DISWAYMALANG.ID - Ancaman musim kemarau tidak menyurutkan semangat peternak sapi perah di Kota Batu. Mereka tetap berjuang menjaga ketahanan pakan. Tujuannya agar kualitas produksi susu tetap terjaga.

Kisah inspiratif ini datang dari Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dusun Brau dikenal sebagai sentra penghasil susu terbesar di Kota Batu. Potensi inilah yang dimanfaatkan warga.

Warga mengembangkan wisata edukasi sapi perah. Semua dikelola secara mandiri. Pengelolaannya berada di bawah naungan Koperasi Margo Makmur Mandiri. Koperasi ini beranggotakan para peternak sapi perah asli Dusun Brau.

BACA JUGA:‎Wali Kota Nurochman Ajak Jaga Sungai Brantas Dimulai dari Pilah Sampah di Rumah

Ketua Koperasi Susu Margo Makmur Mandiri M Munir, mengungkap strateginya. Para peternak menerapkan strategi penggabungan dua jenis pakan utama. Jenis pertama adalah pakan konsentrat olahan yang dibeli. Jenis kedua adalah pakan hijauan yang ditanam secara mandiri.

"Kami juga menanam rumput gajah di area sawah agar pasokan air tetap dapat terjangkau melalui sistem pengairan atau dilep," ujarnya, Senin (5/10/2026).

Munir menyampaikan, selain efisiensi pengairan sawah, ada strategi lain. Peternak menjalin kemitraan strategis dengan Perhutani. Skema kerja sama ini sangat menguntungkan. Peternak diberi kebebasan memanfaatkan sebagian area Perhutani sebagai media tanam hijauan pakan.

"Sebagai kompensasinya, peternak berkewajiban ikut serta merawat dan memelihara tanaman lindung milik Perhutani di kawasan tersebut," tuturnya.

BACA JUGA:Festival Nyusu Bareng di Batu, 1.000 Susu Gratis Dibagikan untuk Kenalkan Wisata Edukasi Brau

Guna antisipasi perubahan iklim, peternak juga menyesuaikan pola pakan. Mereka mengatur komposisi pakan harian sapi perah. Saat musim kemarau seperti sekarang, komposisinya diatur. Menjadi 60 hingga 65 persen konsentrat. Sisanya 35 hingga 40 persen pakan hijauan.

"Sebaliknya, ketika memasuki musim hujan, porsi ini akan diputar balik. Penggunaan konsentrat dikurangi dan porsi hijauan ditingkatkan," imbuh Munir.

BACA JUGA:Brau Batu Makin Bernilai, Harga Susu Rp8.300 per Liter hingga Mozzarella Tembus Pasar Luar Daerah

Di tengah mahalnya harga pakan saat kemarau, komitmen peternak tetap kuat. Mereka tetap menjaga kualitas gizi ternak. Para peternak di bawah Koperasi Margo Makmur Mandiri tetap konsisten. Mereka tetap menggunakan pakan murni. Yaitu berupa rumput gajah dan tebon atau pakan jagung.

"Yang pasti pasokan pakan sapi perah dipastikan tetap aman dan mencukupi sepanjang musim kemarau ini," pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait