BPBD Kota Batu Latih 50 Ustaz dan Ustazah dari 10 Pesantren Hadapi Bencana
Peserta Pestana yang diadakan oleh BPBD Kota Batu di Hoyel Zam Zam-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID - Sebanyak 50 ustaz dan ustazah dari 10 pondok pesantren di Kota Batu mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana melalui program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA). Kegiatan ini digelar BPBD Kota Batu di Hotel Zam Zam, Senin-Rabu 28-30 September 2026.
Setiap pesantren mengirimkan lima perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang digelar BPBD Kota Batu bekerja sama dengan Bagian Kesra Kota Batu. Para peserta mendapat pembekalan agar mampu mengenali potensi ancaman bencana sekaligus mengambil langkah yang tepat ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan pesantren.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho mengatakan PESTANA merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dalam penanggulangan risiko bencana. Program tersebut juga dilaksanakan atas arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi dan ilmu kebencanaan, serta mengajak pesantren meningkatkan kapasitas, baik dari segi sarana maupun sumber daya manusianya,” ujar Gatot saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa 29 September 2026.
BACA JUGA:MK Ubah Syarat Bencana Nasional: Minimal 3 Indikator, Jumlah Korban Jadi Penentu Utama
Pesantren Didorong Punya Sistem Kesiapsiagaan
Selama pelatihan, peserta mendapat materi yang mengacu pada tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Materi tersebut meliputi kesiapan fasilitas, manajemen bencana serta pendidikan pengurangan risiko bencana.
Pada aspek fasilitas, peserta mempelajari pentingnya memastikan kondisi bangunan, jalur dan rambu evakuasi, denah evakuasi serta titik kumpul yang aman.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho-panca rp-Diswaymalang.id
Peserta juga didorong membentuk Tim Siaga Bencana di lingkungan pesantren. Tim tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari sistem penanganan keadaan darurat sekaligus membantu menyusun prosedur operasional standar (SOP) ketika terjadi bencana.
Pilar berikutnya berkaitan dengan pendidikan pengurangan risiko bencana. Pengetahuan yang diperoleh para ustaz dan ustazah diharapkan dapat diteruskan kepada santri sehingga edukasi kebencanaan tidak berhenti pada peserta pelatihan.
BACA JUGA:Belajar Mitigasi Bencana, 14 Anak TPA Surya Sakinah Kunjungi Posko BPBD Kota Batu
Ada Materi P3K dan Evakuasi
BPBD Kota Batu melibatkan sejumlah pihak dalam penyampaian materi. BPBD memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar kebencanaan, sedangkan Tagana menyampaikan materi terkait pilar SPAB.
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelatihan praktis mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) serta teknik evakuasi mandiri.
Kombinasi materi teori dan praktik tersebut diberikan agar peserta tidak hanya memahami potensi risiko bencana, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk merespons kondisi darurat.
BACA JUGA:Indonesia Peringkat Ketiga Negara Paling Rawan Bencana Dunia, Cek 5 Besarnya
Sumber:


