Gus Baha: Jangan Mengaku Memiliki, Semua Hakikatnya Milik Allah (3)

Selasa 18-08-2026,06:00 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Ia kemudian memberikan contoh hubungan suami dan istri.

Seseorang dapat menyebut istrinya sebagai istrinya karena adanya akad pernikahan. Namun, menurut Gus Baha, akad tersebut tidak membuat manusia memiliki kehidupan pasangannya secara hakiki.

Allah tetap menjadi pemilik hakiki kehidupan keduanya.

Jangan Sampai Dunia Membuat Allah Menjadi Prioritas Kedua

Gus Baha menilai persoalan muncul ketika manusia menjadikan berbagai urusan dunia sebagai alasan untuk menunda kedekatannya kepada Allah.

Ia memberikan contoh orang yang ingin membereskan usaha terlebih dahulu sebelum fokus beribadah.

Ada pula yang ingin menyelesaikan utang terlebih dahulu, menata rumah, membesarkan anak atau menunggu kondisi ekonomi membaik sebelum mendekat kepada Allah.

Menurut Gus Baha, pola tersebut membuat manusia terus berputar-putar.

"Fokus mikir jenengan lho. Pangeran dikandani mengko riyen," ujarnya.

Ia menggambarkan seolah-olah manusia mengatakan kepada Allah bahwa urusan dunia harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu baru ingin beribadah.

Padahal, persoalan dunia tidak akan pernah habis.

Karena itu, Gus Baha mengajak jamaah tetap menjalankan kewajiban kepada Allah di tengah kesibukan mengurus keluarga, pekerjaan dan persoalan kehidupan.

Jangan Berputar-putar dalam Mendekat kepada Allah

Gus Baha kembali menggunakan perumpamaan seseorang yang ingin menuju suatu tempat.

Jika tujuan berada di depan, seseorang seharusnya berjalan menuju tujuan tersebut. Namun, jika justru berputar ke berbagai arah, perjalanan menjadi semakin panjang.

Menurut Gus Baha, manusia juga sering melakukan hal yang sama dalam urusan spiritual.

Allah sudah menjadi tujuan, tetapi manusia sibuk memikirkan berbagai hal lain sebelum benar-benar menghadap kepada-Nya.

"Yang marai adoh iku wong kon munggah kene, muter sik," ujarnya.

Kategori :