KOREA SELATAN, DISWAYMALANG.ID –Melanjutkan ceramah KH Amad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Korea Selatan, murid alarmahum KH Maimoen Zubair itu menegaskan bahwa meraih ridha Allah tidak selalu harus melalui amalan-amalan besar yang sulit dilakukan. Justru, menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim, banyak aktivitas sehari-hari yang telah dijelaskan Rasulullah SAW sebagai jalan menuju keridaan Allah apabila dijalankan dengan niat yang benar.
Dalam kajiannya, Gus Baha mengutip hadis sahih yang menerangkan bahwa Allah sangat mencintai seorang hamba yang memuji-Nya setelah makan maupun setelah minum. Hadis tersebut menunjukkan bahwa rasa syukur atas nikmat sederhana memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
Menurutnya, banyak orang terlalu sibuk mencari ibadah yang dianggap luar biasa, tetapi justru melupakan amalan yang dilakukan setiap hari.
Allah Ridha kepada Hamba yang Bersyukur
Gus Baha menjelaskan, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang hamba yang mengucapkan pujian kepada Allah setelah menikmati makanan atau minuman telah melakukan amalan yang dicintai Allah.
Ia menilai pesan tersebut mengandung makna mendalam. Sebab, makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, setiap nikmat yang diterima semestinya menjadi pengingat bahwa seluruh rezeki berasal dari Allah.
Menafkahi Keluarga Bernilai Ibadah
Selain membahas rasa syukur, Gus Baha juga mengingatkan bahwa Islam memberikan nilai ibadah pada berbagai aktivitas keluarga.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa nafkah yang diberikan seorang suami kepada istrinya akan bernilai pahala apabila dilakukan dengan niat karena Allah.
Tidak hanya itu, hubungan suami istri yang dilakukan melalui jalan halal juga termasuk sedekah. Penjelasan tersebut sempat membuat para sahabat bertanya karena menganggap pemenuhan kebutuhan biologis merupakan hal biasa.
Namun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa apabila syahwat disalurkan melalui jalan yang haram akan mendatangkan dosa. Sebaliknya, ketika dilakukan melalui cara yang halal, maka menjadi amal yang berpahala.
Islam Sangat Dekat dengan Kehidupan
Menurut Gus Baha, ajaran Islam sengaja dibuat dekat dengan kehidupan manusia sehingga dapat diamalkan oleh siapa saja.
Ia mengingatkan bahwa ibadah bukan hanya salat, puasa, ataupun haji, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari selama diniatkan untuk mencari ridha Allah.
Karena itu, umat Islam tidak perlu merasa ibadah selalu identik dengan sesuatu yang berat. Rasulullah SAW justru banyak mengajarkan amalan yang sederhana namun memiliki nilai besar di sisi Allah.
Jangan Abaikan Amalan Kecil
Di akhir penjelasannya, Gus Baha mengajak umat Islam agar tidak meremehkan amal-amal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ia menilai kehidupan sehari-hari merupakan ladang pahala yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, setiap ucapan syukur, setiap nafkah kepada keluarga, hingga setiap aktivitas halal dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah.
"Banyak jalan menuju ridha Allah yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita. Tinggal bagaimana kita menyadari dan menjalankannya dengan niat yang benar," ujar Gus Baha.