Hari Vegetarian Sedunia 2026, Vegetarian Indonesia Capai 5%, Bagaimana Malang Raya?
Ilustrasi Hari Vegetarian Sedunia 1 Oktober 2026. -AI--
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Hari Vegetarian Sedunia atau World Vegetarian Day diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan pola hidup vegetarian sekaligus memahami alasan semakin banyak orang memilih mengurangi atau tidak mengonsumsi daging.
Pilihan menjadi vegetarian bukan semata-mata soal makanan. Ada yang melakukannya karena kesehatan, kepedulian terhadap hewan, lingkungan, agama, budaya, ekonomi hingga preferensi pribadi.
Di Malang Raya, perkembangan gaya hidup tersebut juga terlihat dari keberadaan sejumlah restoran khusus vegetarian dan vegan. Namun, berapa sebenarnya jumlah vegetarian di Indonesia dan Malang Raya? Apakah pola makan tanpa daging memang lebih sehat?
Sejarah Hari Vegetarian Sedunia
Hari Vegetarian Sedunia pertama kali digagas North American Vegetarian Society (NAVS) pada 1977. Peringatan tersebut kemudian mendapat dukungan International Vegetarian Union pada 1978.
Tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Vegetarian Sedunia sekaligus menjadi awal Vegetarian Awareness Month atau Bulan Kesadaran Vegetarian.
Peringatan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pilihan vegetarian sekaligus memperkenalkan berbagai aspek pola makan berbasis tumbuhan, termasuk manfaat bagi manusia, hewan dan lingkungan.
Perkembangannya kemudian tidak hanya menyangkut kampanye untuk tidak mengonsumsi daging, tetapi juga diskusi mengenai nutrisi, keberlanjutan pangan dan pilihan gaya hidup.Berapa Jumlah Vegetarian di Dunia?
Berapa Vegetarian di Dunia?
Tidak ada satu angka resmi yang dapat digunakan sebagai jumlah vegetarian dunia. Negara-negara menggunakan definisi, metode survei dan kelompok responden yang berbeda sehingga angka global harus dibaca sebagai hasil survei, bukan sensus penduduk.
Position paper Academy of Nutrition and Dietetics yang terbit pada 2025 menyebut pola makan vegetarian merupakan praktik yang diminati sekitar 15 persen populasi secara global. Angka tersebut menggambarkan tingkat ketertarikan atau praktik yang diperkirakan dari berbagai sumber, bukan jumlah pasti orang yang secara resmi terdata sebagai vegetarian.
Survei lintasnegara juga menunjukkan proporsinya sangat berbeda antarnegara. Karena itu, angka vegetarian dunia tidak tepat jika dihitung dengan mengalikan satu persentase global terhadap seluruh penduduk dunia.
Vegetarian di Indonesia Capai 5 Persen
Data survei terbaru yang tersedia dari Statista Consumer Insights menunjukkan 5 persen responden di Indonesia menyatakan mengikuti pola makan vegetarian, sedangkan 3 persen menyatakan mengikuti pola makan vegan. Survei tersebut merupakan bagian dari survei di 53 negara dan wilayah dengan responden usia 18–64 tahun.
Angka 5 persen tersebut bukan berarti pemerintah memiliki data bahwa 5 persen penduduk Indonesia adalah vegetarian. Angka tersebut merupakan hasil survei terhadap responden dan tidak dapat diperlakukan sebagai sensus.
Jika angka 5 persen sekadar digunakan sebagai ilustrasi terhadap jumlah penduduk Indonesia, hasilnya memang akan mencapai jutaan orang. Namun, angka tersebut tidak boleh disebut sebagai jumlah resmi vegetarian Indonesia karena karakteristik responden survei berbeda dengan sensus penduduk.
Survei lain menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap makanan berbasis tumbuhan cukup luas. Dalam survei Rakuten Insight 2025 terhadap 8.305 responden Indonesia, berbagai produk alternatif nabati telah dicoba, antara lain susu nabati, pengganti produk susu dan alternatif daging. Sebanyak 44 persen responden menyatakan mengonsumsi alternatif makanan hewani berbasis tumbuhan beberapa kali dalam sepekan, sedangkan 6 persen menyatakan hanya mengonsumsi produk pangan nabati.
Sumber: diolah dari berbagai sumber


