MALANG, DISWAYMALANG.ID–Melalui inovasi bertajuk BIOFORA (Biochar Forage Cube), tim mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya (FAST UB) meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Feed Technology Efficiency and Housing Revolution (FETHOR) 2026. Tim yang terdiri dari Raditya Geo Mas Jaya, Robiatu Al Adawiyah, dan Rossintha Naura Auwallia tersebut tampil pada kategori inovasi pakan ternak berbasis limbah agroindustri. Mereka dibimbing oleh Muchamad Muchlas.
BIOFORA hadir sebagai jawaban atas tantangan klasik di sektor peternakan, yakni penyediaan hijauan pakan yang berkualitas dan berkelanjutan. Inovasi ini menggabungkan benih tanaman leguminosa dengan biochar yang berasal dari limbah litter ayam dalam bentuk kubus padat yang praktis digunakan.
Dengan konsep tersebut, peternak tidak hanya memperoleh media tanam yang lebih mudah diaplikasikan, tetapi juga mendapatkan sumber nutrisi yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan hijauan pakan. Produk ini dirancang agar proses penanaman menjadi lebih efisien, terutama pada lahan yang membutuhkan perbaikan kualitas tanah.
BACA JUGA:Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM yang Terima Uang sebelum Aksi di Istana Diberi Nilai E
Menurut Muchamad Muchlas (dosen pembimbing), pemanfaatan biochar dari litter ayam memiliki potensi besar dalam mendukung produktivitas lahan. Selain berfungsi sebagai media pembawa nutrisi, biochar juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburannya.
“Limbah peternakan yang selama ini sering dianggap sebagai masalah justru dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi FAST UB, Selasa (23/6/2026).
Keunggulan BIOFORA tidak hanya terletak pada aspek teknologinya. Inovasi ini juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri peternakan modern yang semakin dituntut untuk menerapkan sistem produksi yang ramah lingkungan.
Melalui pemanfaatan limbah litter ayam sebagai bahan utama, BIOFORA mampu mengurangi potensi pencemaran sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah peternakan. Di sisi lain, keberadaan hijauan pakan yang lebih mudah ditanam diharapkan dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan pakan ternak secara lebih konsisten.
Prestasi yang diraih tim mahasiswa Fapet UB ini menjadi bukti bahwa inovasi dari lingkungan kampus tidak hanya berhenti pada tataran gagasan. Berbagai penelitian dan pengembangan yang dilakukan mahasiswa mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dan berpotensi diterapkan langsung di lapangan.
Capaian tersebut juga memperlihatkan bagaimana generasi muda peternakan mulai mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan sektor agrikultur, mulai dari pengelolaan limbah hingga penyediaan pakan yang berkelanjutan.
Ke depan, BIOFORA diharapkan dapat terus dikembangkan menuju tahap hilirisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh peternak maupun industri peternakan nasional. Dengan dukungan riset dan kolaborasi yang berkelanjutan, inovasi ini berpeluang menjadi salah satu alternatif teknologi pakan berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
BACA JUGA:Rayakan Hari Jadi ke-172, Kelurahan Temas Gelar Selamatan Desa 'Hormati Bumi Kejarlah Langit'