1 tahun disway

Jembatani Riset dan Industri, FAST UB Sukses Hilirisasikan 9 Inovasi Peternakan Modern

Jembatani Riset dan Industri, FAST UB Sukses Hilirisasikan 9 Inovasi Peternakan Modern

Kandang Ayam penelitian FAST UB -ist-FAST UB

LOWOKWARU, DISWAYMALAANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya membuktikan komitmennya bahwa akademi riset tidak boleh berakhir sebagai pajangan perpustakaan. Melalui kolaborasi strategi dengan berbagai mitra industri, FAST UB sukses menghilirisasikan sedikitnya sembilan produk inovasi sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

​Langkah progresif ini dirancang untuk mendukung konvensi sains, teknologi, serta mempercepat industri peternakan nasional menuju yang lebih modern dan berkelanjutan.

​”Sekaligus menjadi bukti bahwa penelitian perguruan tinggi tidak berhenti di rak jurnal ilmiah, melainkan benar-benar bisa diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh industri maupun peternak,” tegas Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., MP, IPM., ASEAN Eng., Kamis (16/7/2026).


Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng.,-ist-FAST UB

Prof Halim memaparkan bahwa cakupan hilirisasi ini sangat luas dan variatif. Inovasi yang lahir tidak bertumpu pada satu komoditas saja, melainkan menyasar sektor unggas, sapi perah, sapi potong, hingga budidaya lebah. Produknya pun beragam, mulai dari teknologi tata kelola kandang, pakan fungsional, suplemen ternak, hingga penerapan smart farming berbasis kecerdasan buatan (kecerdasan buatan).

​Inovasi Unggulan: Dari Udara Kandang hingga Pakan Herbal

​Keberhasilan hilirisasi FAST UB terbagi dalam beberapa sektor krusial, di antaranya:

1 . Teknologi Manajemen Kandang & Kualitas Udara

  • ​Produk : Generator Ion Negatif
  • ​Inovator : Tim Prof.Dr.Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., MP, IPM., ASEAN Eng.
  • ​Mitra Industri: CV Harmoni Alam
  • ​Fungsi & Keunggulan: Alat ini dirancang untuk kandang tertutup (close house) dan sistem pengolahan air minum ternak. Sistemnya bekerja dengan menetralkan debu, aerosol, gas, serta mikroorganisme berbahaya di udara agar mengendap. Inovasi ini mampu menurunkan konsentrasi patogen di udara, meningkatkan kenyamanan dan kesehatan ayam, memperbaiki kualitas air minum, serta mendongkrak efisiensi produktivitas secara berkelanjutan.


Tim Inovasi-ist-FAST UB

2. Pakan Fungsional & Suplemen Ternak

  • ​Telur Omega-3: Tim yang diketuai Dr. Eko Widodo bersama PT Cita Indonesia sukses mengembangkan feed additive (bahan tambahan pakan) yang mampu memproduksi telur fungsional kaya omega-3 demi menjawab tren pasar yang semakin peduli kesehatan.
  • ​UB Feed Herbal: Dipimpin oleh Prof. Muhammad Halim Natsir bersama PT Cipta Ternak Sehat, produk ini hadir sebagai natural growth promotor (herbal) pengganti antibiotik sintetis (antibiotic growth promotor/AGP). Langkah ini menjadi solusi global atas isu resistensi antibiotik dan terbukti ampuh meningkatkan kinerja serta kesehatan ayam broiler maupun layer.
  • ​UB Feed AETT: Inovasi berbentuk Granule Multi Nutrient ini dikembangkan oleh tim Dr. Abdul Manab bersama CV Mitra Ruminansia Perkasa dan PT Cipta Ternak Sehat. Suplemen granul khusus ternak ruminansia ini berfungsi mengoptimalkan bobot badan, efisiensi pakan, serta mendongkrak kualitas karkas saat panen.

​Membangun Laboratorium Perusahaan Ekosistem

​Kunci keberhasilan FAST UB dalam menembus pasar industri terletak pada ekosistem pendukung yang matang. Di samping sokongan dari 13 Research Group, FAST UB kini diperkuat oleh keberadaan laboratorium perusahaan yang berperan sebagai jembatan nyata antara kampus dan industri.

​Saat ini, FAST UB telah memiliki beberapa fasilitas teaching farm modern, antara lain:

  • Peternakan ayam petelur kandang tertutup (PT Charoen Pokphand Indonesia)
  • Peternakan edukatif ayam broiler kandang tertutup (PT Ciomas Adisatwa - Japfa Group)
  • Peternakan edukatif dengan kandang tertutup dan burung puyuh lepas (Slamet Farm)
  • ​Kerja sama sektor sapi potong yang sedang berjalan (PT Juang Jaya)

​Fasilitas interaktif ini tidak hanya menjadi wadah uji coba penelitian sebelum dilempar ke pasar, tetapi juga sebagai tempat penempaan langsung bagi para siswa.

​Sehingga lulusan FAST UB diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja di sektor peternakan, pungkas Prof. Halim Natsir optimis melihat masa depan industri peternakan tanah air.

Halim menambahkan hasil penelitian berdampak juga ditandai dengan diperolehnya paten yang diberikan oleh dosen dengan cepat. Tahun 2025 mendapatkan 15 paten yang diberikan dan 1 paten merek Dan ditahun 2026 sampai juli 2026 telah diperoleh 18 paten yang diberikan. (kjsm)

Sumber:

Berita Terkait