1 tahun disway

Dobrak Batas Tradisional, FAST UB Hadirkan Era 'Smart Farming' lewat Kecerdasan Buatan dan Drone

Dobrak Batas Tradisional, FAST UB Hadirkan Era 'Smart Farming' lewat Kecerdasan Buatan dan Drone

Kadang Smart Farm-ist-FAST UB

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya terus menunjukkan taringnya dalam memimpin digitalisasi sektor peternakan nasional. Tidak hanya berfokus pada pakan dan suplemen, hilirisasi inovasi FAST UB kini merambah ke ranah smart farming berbasis teknologi digital.

​Mulai sapi perah, manajemen ayam pedaging, hingga industri madu kini mulai dikendalikan oleh algoritma cerdas, sensor Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

​Sensor Pintar Sapi Perah hingga Drone Pengawas Kandang

​Transformasi digital ini menyasar berbagai komoditas penting dengan menggandeng para raksasa teknologi dan pelaku industri kreatif:

1. Tropical Dairy Intelligence: Sensor Telinga Pintar untuk Sapi Perah

  • ​Inovator: Tim pimpinan Dr. Ir. Agus Susilo, S.Pt., M.P., ASEAN Eng.
  • ​Mitra Industri: PT Indosat
  • ​Cara Kerja dan Fungsi: Inovasi berupa smart ear-tag (alat penanda telinga pintar) yang dipasang pada sapi perah untuk merekam data penting secara real-time. Alat ini melacak tingkat aktivitas, proses ruminasi (mengunyah ulang makanan), suhu tubuh, hingga pola vokalisasi (suara) sapi.
  • ​Urgensi: Kolaborasi dengan raksasa telekomunikasi ini menjadi tonggak penting integrasi peternakan dan konektivitas digital di Indonesia.

2. LENTERA: Drone Otonom Pemantau Ayam Pedaging

  • ​Inovator: Dipimpin oleh Danung Nur Adli, S.Pt., M.Pt.
  • ​Mitra Industri: BSP Farm Kediri dan Chick in Indonesia

  • ​Cara Kerja dan Fungsi: LENTERA merupakan pesawat tanpa awak (drone) berbasis aerial intelligent recon untuk optimalisasi produksi ayam pedaging di kandang tertutup. Drone ini dilengkapi sistem monitoring otonom dengan rute terbang terpetakan, kamera pintar berbasis Raspberry Pi, dan sensor termal.
  • ​Keunggulan: Mampu mendeteksi ayam mati, stres akibat panas (heat stress), serta anomali perilaku dari udara. Data langsung dikirim secara real-time ke dashboard kendali berbasis cloud dan IoT untuk mempercepat pengambilan keputusan peternak.

​3. HoneyTech AI: Formulasi Madu Bubuk Presisi

  • ​Inovator: Dr. Firman Jaya
  • ​Mitra Industri: PT Kembang Joyo
  • ​Cara Kerja dan Fungsi: Sistem berbasis machine learning (pembelajaran mesin) yang dirancang khusus untuk memprediksi stabilitas sekaligus merumuskan formulasi madu bubuk secara optimal. Algoritma cerdas ini memotong waktu uji coba berulang yang biasanya melelahkan, sehingga produsen bisa mendapatkan formula yang tepat secara instan.

​Aplikasi Mobile Berbasis AI untuk Peternak dan Petani

​Selain perangkat keras (hardware), FAST UB juga meluncurkan dua aplikasi Android canggih yang dapat dioperasikan secara offline langsung dari ponsel peternak di lapangan:

PIYIKAI Tim FAST UB Modifikasi YOLOv11 dengan GhostCore & Efficient Channel Attention (ECA) Mendeteksi jenis kelamin anak ayam usia sehari (Day Old Chick / DOC). Proses sexing cepat dalam hitungan detik, non-invasif, portabel, hemat biaya operasional bagi peternak pemula.

AflaVision Tim dengan ketua Dr. Yuli Frita Nuningtyas YOLOv8-EGA Mendeteksi kualitas biji jagung dan skrining kontaminasi aflatoksin. Mengklasifikasikan jagung (normal, aflatoksin ringan, berat) instan lewat kamera ponsel tanpa perlu uji laboratorium. Meminimalkan risiko pakan beracun.

Langkah besar FAST UB ini membuktikan bahwa masa depan ketahanan pangan dan peternakan modern Indonesia kini berada di genggaman teknologi digital yang praktis, aplikatif, dan berdampak langsung di lapangan. (kjsm)

Sumber: fast ub

Berita Terkait