1 tahun disway

Amankan Aset Riset, FAST UB Kantongi Sertifikat Merek Resmi 'UBfeed' untuk Proteksi Pasar

Amankan Aset Riset, FAST UB Kantongi Sertifikat Merek Resmi 'UBfeed' untuk Proteksi Pasar

Kandang dengan inovasi tehnologi digital-ist-FAST UB

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya membuktikan bahwa keberhasilan hilirisasi riset tidak hanya diukur dari kecanggihan produk di pasar. Tetapi juga dari aspek legalitas hukum. Sebagai langkah konkret mengamankan komersialisasi produk, FAST UB resmi mengamankan perlindungan kekayaan intelektual melalui kepemilikan sertifikat merek dagang "UBfeed".

​Sertifikat merek ini diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan diberikan kepada Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek, hak eksklusif ini resmi diterima sejak 15 September 2025 dengan nomor sertifikat IDM001440549.

Perlindungan hukum ini akan berlaku selama sepuluh tahun hingga 15 September 2035 dan dapat diperpanjang di masa mendatang.


Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng.,-ist-FAST UB

​Jaminan Hukum untuk Varian Produk Inovasi

​Langkah strategis ini menjadi tonggak krusial bagi Universitas Brawijaya dalam memperkuat posisi legal produk-produk hasil kolaborasi FAST UB dengan mitra industri. Saat ini, beberapa produk inovasi yang telah beredar terbatas di bawah payung merek tersebut meliputi:

  • ​UB Feed Herbal
  • ​UB Feed AETT
  • ​UB Feed Probiotik

​Dekan FAST UB Prof Dr Ir Muhammad Halim Natsir SPt MP IPM ASEAN Eng menegaskan bahwa sertifikasi resmi ini memberikan kepastian hukum total bagi produk mereka. Sekaligus, menjadi perisai kuat dari potensi penyalahgunaan atau peniruan ilegal oleh pihak lain.

​Lebih jauh, status hukum yang jelas ini membuka pintu lebar bagi optimalisasi komersialisasi ke pasar nasional maupun peluang kerja sama baru dengan para investor industri. Meski demikian, Prof. Halim menyebutkan bahwa saat ini pengelolaan produksi masih menggunakan sistem maklon (kontrak manufaktur dengan pihak ketiga).

​"Namun untuk sementara produksi masih dalam bentuk maklon, sehingga kedepan yang masih harus dikembangkan adalah tempat produksi agar bisa diproduksi sendiri," ungkap Prof Halim Natsir, Kamis (16/7/2026).

​Sinergi Utuh: Dari Laboratorium, AI, hingga Proteksi Ekonomi

​Keberhasilan mengamankan merek "UBfeed" melengkapi ekosistem hilirisasi terpadu yang sedang dibangun oleh FAST UB, mulai dari riset dasar hingga ke meja bisnis.

​Prof. Halim menambahkan, rangkaian kolaborasi ini mencerminkan sinergi yang kokoh antara dunia akademis dan kebutuhan riil industri untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan peternak dan pelaku usaha.

​"Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan ilmu peternakan, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan, FAST UB berupaya memperkuat posisinya sebagai motor penggerak pengembangan sains dan teknologi peternakan di Indonesia," tegas Prof. Halim.

​Dengan keseriusan mengelola hak kekayaan intelektual ini, Universitas Brawijaya sukses memberikan contoh nyata bagaimana sebuah riset akademik diproses secara utuh dari hulu ke hilir.

​"Sekaligus memberi kepastian hukum dan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Prof. Halim optimistis.

Sumber: fast ub

Berita Terkait