MALANG, DISWAYMALANG.ID–Kreativitas mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Desain Grafis, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) kembali mendapat panggung melalui gelaran Mahasiswa Desain Grafis Festival (MADFEST) 2026. Mengusung tema “Ruang Antara”, festival tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa tingkat akhir untuk menampilkan karya terbaik mereka sekaligus menjalani ujian profesional dan penilaian Tugas Akhir (TA) di hadapan dosen serta praktisi industri kreatif.
Tahun ini, MADFEST menghadirkan 104 karya pilihan tugas akhir yang dipamerkan kepada publik. Beragam karya tersebut menunjukkan desain grafis tidak hanya berfungsi sebagai media visual. Tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan industri ekonomi kreatif dan masyarakat.
Ketua Panitia MADFEST 2026 menjelaskan bahwa tema “Ruang Antara” dipilih untuk memberikan pengalaman eksplorasi yang lebih luas bagi pengunjung.
“Jika pengunjung datang ke tempat ini, konsep ‘ruang antara’ dapat memberi banyak spot dan pilihan bagi mereka. Karena ini merupakan pameran tugas akhir, terdapat 104 karya pilihan TA yang dipamerkan,” ujarnya dalam rilis resmi Fakultas Vokasi UB yang diterima Disway Malang, Minggu (7/6/2026).
Berbeda dari pameran seni pada umumnya, karya-karya yang ditampilkan dalam MADFEST merupakan hasil desain visual terapan yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Mulai branding, ilustrasi, desain media digital, hingga pengembangan produk kreatif berbasis teknologi menjadi bagian dari karya yang dipamerkan.
BACA JUGA:Mahasiswa FH UB Belajar Langsung Penanganan TPPO di Polda Jatim dan Peradilan Militer Surabaya
Suasana pengunjung yang memadati pameran berbagai karya dan produk yang ditampilkan pada MADFEST 2026.--ist
Tidak hanya menampilkan hasil tugas akhir, MADFEST 2026 juga menghadirkan berbagai zona interaktif yang menarik perhatian pengunjung. Sejumlah agenda seperti pameran portofolio komparatif, Art Trading, pertunjukan performa seni, hingga demo produk digital turut meramaikan festival. Menciptakan ruang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pelaku industri, serta masyarakat umum.
Salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya karya-karya yang mengusung konsep Advanced Digital Media. Beberapa mahasiswa menampilkan proyek pengembangan gim indie bergenre RPG dengan visual top-down pixel art, perancangan aset 3D, hingga optimalisasi desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) untuk aplikasi berbasis keberlanjutan.
Salah satu booth peserta pameran yang menampilkan produk karakter anak, lengkap dengan merchandise pada acara MADFEST 2026.--ist
Karya-karya tersebut menjadi bukti implementasi model pembelajaran vokasional yang diterapkan Fakultas Vokasi UB. Dengan komposisi pembelajaran yang didominasi praktik serta pengalaman magang industri selama dua semester, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
BACA JUGA:Mahasiswa FH UB Raih Juara 2 dan Best Speaker pada Semar Law Competition 2026
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Desain Grafis Vokasi UB Dimas Fakhruddin menegaskan, MADFEST memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pelaksanaan ujian akhir.
“Pameran ini tidak hanya sekadar bentuk ujian Tugas Akhir, tetapi juga menjadi portofolio utama sekaligus perayaan kelulusan. Perayaan ini bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga bagi rekan-rekan industri yang hadir untuk melihat langsung potensi dan karya terbaik mereka,” ungkapnya.