1 tahun disway

Akselerasi Infrastruktur Pesisir: Progres Signifikan Jalur Lintas Selatan Malang Menuju Titik Terang 2026

Akselerasi Infrastruktur Pesisir: Progres Signifikan Jalur Lintas Selatan Malang Menuju Titik Terang 2026

Proyek Jalur Lintas Selatan --

BANTUR, DISWAYMALANG.ID--Proyek strategis nasional pembangunan Jalur Lintas Selatan (malang.disway.id/listtag/25314/jls">JLS) di wilayah Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Sebagai urat nadi perekonomian baru di kawasan selatan, keberadaan infrastruktur jalan ini diproyeksikan mampu memangkas kesenjangan sekaligus membuka lebar potensi pariwisata dan distribusi logistik antarwilayah. 

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4 Segera Beroperasi, Sekda Budiar Cek Kesiapan Bangunan

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, progres fisik untuk ruas krusial penghubung Gondanglegi hingga Balekambang kini telah menembus angka lebih dari 70 persen. Proyek prioritas ini ditargetkan rampung secara menyeluruh pada Desember mendatang.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan mayor di lapangan sejatinya sudah terselesaikan dengan baik.

"Kemajuan progres fisik sudah hampir 70 persen dan pekerjaan mayor hampir semua terselesaikan," katanya, baru-baru ini.

Saat ini, lanjut Khairul, sisa pengerjaan yang ada terus dikebut. "Termasuk pembangunan sejumlah jembatan yang berjalan sesuai jadwal dan siap tuntas akhir tahun ini," jelasnya.

Konektivitas Lintas Kabupaten dan Target Jangka Panjang

Tidak hanya fokus pada ruas Gondanglegi–Balekambang, konektivitas JLS yang membentang dari arah barat—menghubungkan Kabupaten Blitar menuju perbatasan Malang—juga berada dalam fase krusial.

BACA JUGA:Mitos dan Sisi Kultural di Balik Nama Pantai Bajul Mati, Malang

Berdasarkan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), titik-titik penyambung antardaerah terus diakselerasi agar jalur logistik pesisir selatan Jawa Timur segera terbentuk secara utuh.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah merancang proyek lanjutan jangka panjang, yakni pembangunan JLS yang menghubungkan Kabupaten Malang hingga Kabupaten Lumajang, yang ditargetkan tuntas pada 2028 mendatang.

Langkah masif ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mengintegrasikan kawasan selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah perkotaan.

Angin Segar dan Harapan Warga Sekitar

Kehadiran fisik JLS yang kian nyata dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. Selama bertahun-tahun, warga di wilayah Malang Selatan kerap menghadapi kendala aksesibilitas akibat kontur wilayah yang berbukit dan infrastruktur yang terbatas.

Samsul Arifin (45), salah seorang warga Desa Bantur, Kabupaten Malang, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya melihat progres jalan yang semakin mulus mendekati kawasan pantai. Menurutnya, pembangunan ini membawa perubahan besar bagi denyut nadi perekonomian lokal.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Berita Terkait