1 tahun disway

FKH UB Gandeng YDSF dan Peternak Brau Kota Batu Perkuat Peternakan Sapi Perah Berkelanjutan

FKH UB Gandeng YDSF dan Peternak Brau Kota Batu Perkuat Peternakan Sapi Perah Berkelanjutan

KKN Tematik FKH UB di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tim FKH UB melakukan penyuluhan dan transfer teknologi tepat guna kepada peternak.. -fkh ub----

BATU, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) memperkuat pengembangan peternakan sapi perah rakyat melalui kegiatan penyuluhan dan transfer teknologi tepat guna kepada peternak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Program yang menjadi bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik FKH UB tersebut dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026) dan diikuti sekitar 26 peternak sapi perah. Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen FKH UB, Farid Abdurrahman MVet, sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara FKH UB, YDSF, dan Koperasi Margo Makmur Mandiri diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan sekaligus mendorong pengembangan usaha sapi perah yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Bekali Peternak dengan Solusi Praktis

Penyuluhan dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari manajemen reproduksi, kesehatan ternak, peningkatan produksi susu, hingga pengelolaan pakan.

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berorientasi pada penerapan teknologi tepat guna yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas beternak sehari-hari.

Farid Abdurrahman menjelaskan pentingnya penerapan manajemen kesehatan dan reproduksi, khususnya pada masa transisi sapi perah.

Menurutnya, periode transisi merupakan fase yang sangat menentukan produktivitas dan performa reproduksi ternak sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.

Edukasi Reproduksi hingga Produksi Susu

Materi berikutnya disampaikan oleh mahasiswa KKN Tematik FKH UB yang membahas berbagai aspek penting dalam manajemen peternakan.

Arick Vito Sabirey mengedukasi peternak mengenai pentingnya pencatatan reproduksi (recording) secara rutin sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan ternak. Ia juga memperkenalkan pemberian vitamin dan anthelmintik sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan efisiensi reproduksi.

Sementara itu, Evita Khoirun Nisa memaparkan pentingnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) pemerahan yang higienis serta praktik teat dipping atau pencelupan puting setelah pemerahan.

Praktik tersebut bertujuan menjaga kualitas susu sekaligus mencegah mastitis, penyakit yang kerap menurunkan produktivitas sapi perah.

Tingkatkan Kualitas Pakan dengan Teknologi Tepat Guna

Pada aspek penyediaan pakan, Sarah Sitoresmi menjelaskan pentingnya ketersediaan hijauan berkualitas sebagai sumber nutrisi utama sapi perah.

Materi tersebut dilengkapi oleh Septia Ismirota Zahra yang memperkenalkan penggunaan premix sebagai suplemen tambahan guna meningkatkan kualitas nutrisi pakan serta efisiensi pemanfaatan ransum oleh ternak.


KKN Tematik FKH UB di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tim FKH UB melakukan penyuluhan dan transfer teknologi tepat guna kepada peternak. -fkh ub----

Rangkaian materi tersebut disusun secara komprehensif agar peternak memahami keterkaitan antara kualitas pakan, kesehatan ternak, reproduksi, hingga produksi susu.

Serahkan Media Edukasi dan Sarana Pendukung

Tidak hanya memberikan penyuluhan, Tim KKN Tematik FKH UB juga menyerahkan berbagai media edukasi dan teknologi tepat guna kepada Koperasi Margo Makmur Mandiri dan perwakilan peternak.

Bantuan tersebut berupa poster edukasi, modul penyuluhan, larutan teat dipping, serta premix pakan yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui dukungan tersebut, peternak diharapkan mampu menerapkan materi yang telah diperoleh sehingga praktik manajemen kesehatan, reproduksi, pakan, dan produksi susu semakin optimal.

Dukung Pencapaian SDGs dan Ketahanan Pangan

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peternak maupun pengurus Koperasi Margo Makmur Mandiri. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab, ketika peternak aktif menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

FKH UB berharap kemitraan dengan koperasi dan masyarakat dapat terus berkembang melalui berbagai program pendampingan, edukasi, maupun pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peternak.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas susu sebagai sumber protein hewani, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penerapan pemerahan higienis dan pencegahan mastitis, SDG 4 (Quality Education) melalui transfer pengetahuan kepada peternak, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas usaha peternakan rakyat, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan teknologi tepat guna dan praktik produksi susu yang lebih berkelanjutan.

Melalui sinergi antara FKH UB, YDSF, dan Koperasi Margo Makmur Mandiri Brau, kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi perguruan tinggi, lembaga sosial, dan masyarakat dalam memperkuat sektor peternakan sapi perah yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (kjsm)

Sumber:

Berita Terkait