1 tahun disway

FEB UB Perkuat Green Campus, Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Lewat Teknologi Pirolisis

FEB UB Perkuat Green Campus, Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Lewat Teknologi Pirolisis

Penggunaan mesin pirolisis sebagai salah satu program dari Green Campus --Fairuz Ainur

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) terus memperkuat implementasi Green Campus melalui berbagai inovasi di bidang teknologi dan pengelolaan lingkungan. Salah satu langkah terbarunya adalah menguji operasikan mesin pirolisis yang mampu mengubah limbah botol plastik menjadi bahan bakar cair bernilai guna.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Green Campus FEB UB dalam menerapkan konsep circular economy atau ekonomi sirkular. Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu tinggi tanpa oksigen sehingga rantai polimernya terurai menjadi bahan bakar cair yang dapat dimanfaatkan kembali.

Selain mengurangi volume sampah plastik di lingkungan kampus, teknologi ini juga berpotensi menekan emisi gas metana yang selama ini dihasilkan dari penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.

Tidak hanya fokus pada pengelolaan limbah plastik, FEB UB juga menjalankan berbagai program konservasi energi, pengelolaan sampah terpadu, hingga efisiensi penggunaan air sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang berkelanjutan.

Panel Surya Dukung Efisiensi Energi

Pada sektor energi, FEB UB telah memanfaatkan instalasi Panel Surya (solar cell) yang dipasang di atap gedung utama. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk menyuplai kebutuhan sejumlah fasilitas publik dan sistem pencahayaan di kawasan fakultas.

Upaya penghematan energi juga diperkuat melalui pemasangan sakelar otomatis berbasis sensor gerak pada lampu toilet. Teknologi tersebut membuat lampu hanya menyala ketika ruangan digunakan sehingga konsumsi listrik menjadi lebih efisien.

Pengelolaan Limbah Dilakukan Sejak dari Sumbernya

FEB UB juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Sampah dipisahkan menjadi kategori organik, anorganik, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Untuk limbah B3, fakultas menerapkan penanganan khusus terhadap berbagai jenis limbah seperti bohlam bekas, lampu tabung, pecahan kaca, hingga oli bekas hasil kegiatan operasional. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah pencemaran lingkungan sekaligus memastikan seluruh limbah berbahaya dikelola sesuai prosedur.

Maksimalkan Air Hujan dan Biopori

Dalam bidang konservasi air, FEB UB mengembangkan sistem rainwater harvesting atau pemanenan air hujan. Air yang tertampung dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman di berbagai area hijau kampus sehingga penggunaan air bersih dari jaringan PDAM dapat ditekan.

Selain itu, fakultas juga membangun Lubang Resapan Biopori (LRB) di sejumlah titik strategis sebagai upaya meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Program tersebut berperan menjaga cadangan air tanah sekaligus membantu mengurangi potensi genangan di kawasan perkotaan.

Dukung Target malang.disway.id/listtag/2905/sdgs">SDGs

Seluruh program Green Campus yang dijalankan FEB UB merupakan bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (malang.disway.id/listtag/2905/sdgs">SDGs). Pemanfaatan energi surya berkontribusi pada SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, sementara pengelolaan limbah plastik melalui mesin pirolisis mendukung SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Di sisi lain, penerapan konservasi air, pengurangan sampah, serta efisiensi energi juga menjadi bentuk kontribusi terhadap SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya menekan emisi karbon dan meningkatkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, FEB UB berharap dapat terus menjadi salah satu pelopor kampus hijau di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih sehat dan ramah lingkungan, program Green Campus juga diharapkan mampu membangun budaya keberlanjutan di kalangan sivitas akademika sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi institusi pendidikan tinggi lainnya.

Sumber:

Berita Terkait