1 tahun disway

FIA UB Perkuat Tata Kelola Bertaraf Global, Siapkan Transformasi Menuju World Class University

FIA UB Perkuat Tata Kelola Bertaraf Global, Siapkan Transformasi Menuju World Class University

Keikutsertaan FIA UB dalam penguatan Leading Higher Education Transformation to Become World Class University di Kampus UI Depok.-FIA UB-Universitas Brawijaya Malang

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berstandar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Executive Development Program: Global Symposium of University Governance for Academic Leader yang berlangsung pada 15–17 Juli 2026.

Delegasi FIA UB dipimpin Dekan Prof Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi bersama Wakil Dekan Bidang Umum Keuangan dan Sumber Daya Saparila Worokinasih SSos MSi PhD. Program tersebut diselenggarakan oleh Institute for Administrative Studies and Application (LPPIA) FIA Universitas Indonesia bekerja sama dengan School of Public Affairs Zhejiang University (ZJU) Tiongkok.

Kegiatan ini diikuti 16 pimpinan fakultas dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Bengkulu, serta Universitas Brawijaya.

Bekal Transformasi Menuju Kampus Kelas Dunia

Pada hari pertama, peserta mengikuti workshop bertema Foundations of Modern Academic Leader yang mengangkat konsep Leading Higher Education Transformation to Become World Class University.

Materi tersebut membahas strategi transformasi pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, hingga optimalisasi pengabdian kepada masyarakat.

Bagi FIA UB, materi ini menjadi pijakan strategis dalam menyusun arah pengembangan fakultas agar semakin adaptif terhadap tantangan global sekaligus mendukung visi Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi

Rangkaian kegiatan berlanjut melalui masterclass Research Ecosystem Benchmarking & Strategic Alignment yang mengulas pembangunan ekosistem riset dan inovasi yang efektif.

Peserta mendapatkan berbagai strategi untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga, meningkatkan produktivitas penelitian, sekaligus memperluas dampak sosial hasil riset.

Bagi FIA UB, pembelajaran tersebut menjadi referensi penting dalam memperkuat budaya riset yang kolaboratif, baik lintas disiplin maupun lintas institusi, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti lokakarya The Core Concept of Entrepreneurial University yang membahas transformasi perguruan tinggi menuju universitas berbasis kewirausahaan melalui berbagai studi kasus dan diskusi interaktif.

Tata Kelola Modern dan Kampus Berkelanjutan

Memasuki hari terakhir, workshop mengangkat tema Strategic Alignment University Governance yang menitikberatkan pada penyusunan Key Performance Indicator (KPI) fakultas agar selaras dengan indikator kinerja universitas maupun Kementerian pendidikan tinggi Sains dan Teknologi.

Materi tersebut menjadi acuan penting bagi FIA UB dalam menyusun program kerja yang terukur sekaligus mendukung pencapaian target institusi secara menyeluruh.

Pembahasan berikutnya mengangkat UI Green Metric Framework, yakni sistem penilaian keberlanjutan lingkungan kampus yang telah menjadi rujukan internasional.

Melalui sesi ini, FIA UB memperoleh berbagai praktik terbaik terkait pengelolaan kampus berkelanjutan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga pengembangan ruang terbuka hijau.

Pendekatan tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.

Siapkan Kolaborasi Internasional dengan Zhejiang University

Sebagai penutup kegiatan, seluruh delegasi menyusun Personal Action Plan dan merampungkan draf Letter of Intent (LoI) yang akan menjadi dasar kerja sama lanjutan bersama School of Public Affairs Zhejiang University.

Dokumen tersebut akan diimplementasikan pada tahap benchmarking berikutnya di Hangzhou, Tiongkok.

Penyusunan rencana aksi ini menjadi momentum bagi pimpinan FIA UB untuk menerjemahkan berbagai pembelajaran selama program menjadi kebijakan dan inovasi nyata di lingkungan fakultas.

Partisipasi FIA UB dalam program internasional tersebut sekaligus menegaskan komitmen fakultas dalam memperluas jejaring global, memperkuat tata kelola berbasis praktik terbaik dunia, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional.

Langkah ini juga menjadi bagian dari implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sekaligus memperkuat kesiapan FIA UB menuju fakultas berdaya saing global dengan tata kelola yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.


Workshop UI Green Metric Framework: Keikutsertaan FIA UB dalam penguatan implementasi tata Kelola dan praktik keberlanjutan lingkungan kampus, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan sampah, hingga tata ruang hijau.  --FIA UB

Sebagai penutup rangkaian lokakarya, delegasi FIA UB melakukan finalisasi terhadap Personal Action Plan serta draf Letter of Intent (LoI) yang akan ditandatangani dan diimplementasikan bersama School of Public Affairs, Zhejiang University (ZJU) pada tahap benchmarking selanjutnya di Hangzhou. Penyusunan Personal Action Plan ini menjadi momen refleksi strategis bagi pimpinan FIA UB untuk merumuskan langkah konkret yang dapat diterapkan sekembalinya ke Malang, sekaligus memastikan hasil pembelajaran dari program ini dapat memberi dampak nyata bagi pengembangan fakultas.

Partisipasi aktif FIA UB dalam seluruh rangkaian lokakarya ini menegaskan komitmen fakultas dalam membangun kemitraan strategis internasional, sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Keikutsertaan FIA UB dalam program ini menjadi bagian dari langkah strategis fakultas untuk terus memperluas wawasan kepemimpinan akademik, memperkuat tata kelola berbasis praktik terbaik global, dan mempersiapkan diri menuju standar internasional dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sebelum melanjutkan perjalanan benchmarking langsung ke salah satu universitas terbaik dunia di Tiongkok. (kjsm)

Sumber:

Berita Terkait