2. Peran Komando Letkol Soeharto
Komando lapangan dalam serangan besar ini dipercayakan kepada Letkol Soeharto. Beliau bertanggung jawab mengoordinasi pasukan di sektor kota agar serangan bisa berjalan serentak tepat saat sirine pagi berbunyi.
3. Tujuan Menunjukkan Eksistensi
Misi paling penting dari serangan ini adalah mematahkan propaganda Belanda yang mengeklaim bahwa TNI sudah hancur. Indonesia ingin membuktikan kepada dunia bahwa Republik ini masih eksis dan punya taring.
BACA JUGA:Kemenag Jelaskan Alasan Belum Bayar TPG Madrasah Lulusan PPG 2025 pada Periode Januari-Februari 2026
4. Dampak Serangan Umum
Meskipun Yogyakarta hanya dikuasai selama enam jam, dampaknya sangat masif. Moral rakyat Indonesia langsung melesat naik, sementara posisi militer dan diplomatik Belanda di mata dunia menjadi sangat lemah.
5. Faktor Pemicu
Hal yang memicu aksi ini adalah Agresi Militer Belanda II, di mana Belanda menangkap pemimpin bangsa seperti Soekarno dan Hatta. Para pejuang merasa harus ada tindakan nyata untuk menunjukkan bahwa perlawanan belum usai.
6. Proses Persiapan yang Rahasia
Persiapan dilakukan dengan sangat rahasia dan matang. Koordinasi dilakukan antara panglima besar Jenderal Sudirman, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai pemberi restu dan ide, hingga para gerilyawan di hutan-hutan.
BACA JUGA:Lagu ‘Champion’ BLACKPINK Jadi Favorit Fans, Ini Lirik dan Terjemahannya: Penuh Mental Juara!
7. Respons Positif Rakyat
Rakyat Yogyakarta menyambut serangan ini dengan sangat berani. Mereka membantu menyediakan dapur umum, menyembunyikan pejuang, hingga ikut serta memberikan informasi mengenai pergerakan tentara Belanda.
8. Guncangan Reaksi Internasional
Berita kemenangan enam jam ini sampai ke telinga PBB. Akibatnya, dunia internasional mendesak Belanda agar segera menghentikan serangan dan kembali ke meja perundingan untuk mengakui kedaulatan Indonesia.