Ramadan Ubah Peta Keramaian, Omzet Parkir Kayutangan Turun di Bawah Rp1,5 Juta
Kondisi parkir saat bulan ramadan di Heritage kayutangan--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Memasuki hari ke-11 Ramadan 1447 H, pendapatan parkir di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami penurunan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat omzet parkir harian kini berada di bawah Rp1,5 juta pada hari biasa.
Kepala Bidang Pengendalian Parkir Dishub Kota Malang, Rahmad Hidayat, membenarkan adanya penyesuaian pendapatan selama bulan puasa.
“Omzet masih di bawah Rp1,5 juta pada hari biasa. Kalau hari libur biasanya masih bisa di angka Rp2 jutaan,” ujarnya, Minggu (1/3).
BACA JUGA:Tampil Memukau di Hari Kemenangan: 9 Rekomendasi Brand 'Baju Raya' Lokal yang Wajib Dilirik
Sebelum Ramadan, kawasan Kayutangan Heritage relatif stabil dengan lonjakan signifikan setiap akhir pekan. Namun selama Ramadan, terjadi pergeseran pusat keramaian yang berdampak langsung pada jumlah kendaraan yang parkir.
Menurut Rahmad, aktivitas warga kini lebih terkonsentrasi di pasar takjil saat sore hari serta restoran dan hotel yang menawarkan paket buka bersama. Sementara pada malam hari, pergerakan pengunjung cenderung bergeser ke pusat perbelanjaan dan mal.
BACA JUGA:58.873 Jemaah Umrah RI di Saudi Terdampak Perang Iran, Pemerintah Siapkan Skenario Pemulangan
Perubahan pola mobilitas tersebut membuat arus kendaraan ke Kayutangan menurun dibanding hari biasa di luar Ramadan. Meski demikian, Dishub menilai penurunan masih dalam kategori wajar dan belum tergolong drastis.
“Tidak merosot tajam, tetapi memang ada penurunan. Dan itu juga dirasakan pelaku usaha di kawasan tersebut,” katanya.
Selain faktor pergeseran lokasi keramaian, aktivitas ibadah seperti puasa dan salat tarawih turut memengaruhi tingkat kunjungan. Banyak warga memilih menghabiskan waktu di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dishub Kota Malang memastikan pengawasan dan pengendalian parkir tetap berjalan normal selama Ramadan. Evaluasi mobilitas kendaraan akan terus dilakukan untuk memetakan tren pergerakan hingga mendekati Idul Fitri.
Rahmad memperkirakan, kunjungan ke Kayutangan berpotensi meningkat kembali menjelang Lebaran, seiring lonjakan aktivitas belanja dan wisata kota.
“Kita lihat mendekati Idul Fitri. Biasanya ada peningkatan aktivitas,” pungkasnya.
Sumber:
