58.873 Jemaah Umrah RI di Saudi Terdampak Perang Iran, Pemerintah Siapkan Skenario Pemulangan
Ketegangan kawasan berpotensi memengaruhi keamanan, penerbangan, dan kepastian Haji 2026 bagi jemaah Indonesia RI.-Media Center Haji 2025---
JAKARTA, DISWAYMALANG—Perang Iran melawan AS dan Israel memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah Indonesia. Data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Untuk diketahui, ketegangan kawasan Timur Tengah turut memengaruhi kebijakan penerbangan sejumlah negara. Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah menutup sementara ruang udara mereka. Sementara Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan terbatas dengan status siaga sambil terus mengevaluasi situasi keamanan.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurutnya, arus informasi yang akurat menjadi kunci untuk mencegah kepanikan di tengah ketidakpastian situasi. Karena itu, PPIU diminta aktif menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh agar setiap perubahan kondisi dapat segera direspons.
Puji menekankan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemerintah juga mengingatkan keluarga jemaah di Indonesia agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk memastikan pelayanan terhadap jemaah tetap berjalan sesuai standar.
Skenario Pemulangan bila Ketegangan Meningkat

Konflik Timur Tengah berdampak pada jadwal umrah Indonesia, 58.873 jemaah masih di Arab Saudi dan pemerintah pastikan keamanan melalui koordinasi intensif.-ist---
Pemerintah Indonesia juga menyiapkan skenario mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan jemaah umrah tertunda kepulangannya akibat meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah.
Eskalasi konflik antara Israel dan Iran berdampak pada kebijakan penerbangan internasional, termasuk potensi perubahan jadwal yang bisa memengaruhi mobilitas jemaah Indonesia.
BACA JUGA:Balas Israel-AS, Iran Rudal Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, Abu Dhabi, dan Qatar
Langkah antisipatif ini dirancang agar keselamatan dan hak-hak jemaah tetap terlindungi, sekalipun terjadi penyesuaian jadwal kepulangan ke Tanah Air. Pemerintah memastikan perlindungan warga negara menjadi prioritas utama dalam situasi yang terus berkembang.
Sumber: harian.disway.id
