JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Metode pembelajaran yang berfokus pada penguatan motivasi intrinsik guru terbukti menghasilkan capaian literasi yang lebih tinggi di sejumlah kabupaten/kota. Hal itu seiring dengan meningkatnya rasa kepemilikan dan otonomi guru dalam proses mengajar.
Yayasan Bakti Barito bersama STiR Education secara resmi memasuki Fase 2 implementasi program di Indonesia. Yayasan ini teken Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), lembaga penjaminan mutu pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
BBPMP menjadi mitra dalam implementasi program di Jawa Timur. Sementara Bakti Barito–STiR melanjutkan pendampingan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
BACA JUGA:Dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 Mulai Cair: Cek Penerima, Jadwal, dan Nominalnya!
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan STiR Education dengan pemerintah Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan hasil belajar dengan menumbuhkan kembali motivasi intrinsik para guru, kepala sekolah, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Setelah melalui lebih dari empat tahun pembelajaran dan implementasi di Indonesia, Fase 2 dirancang untuk memastikan program dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak daerah melalui penguatan sistem.
Kolaborasi dengan Pemerintah untuk Memperluas Dampak
Sebagai bagian dari Fase 2, Bakti Barito–STiR Education akan memperluas implementasi program di Jawa Timur dari dua menjadi sepuluh kabupaten/kota.
BACA JUGA:Tips Pilih Jurusan agar Peluang Lolos SNBP 2026 Lebih Besar
Melalui MoU ini, BBPMP Jawa Timur akan memimpin koordinasi tingkat provinsi, mendukung implementasi di tingkat kabupaten/kota, serta memastikan keselarasan program dengan kerangka mutu pendidikan nasional.
Fase ini menekankan upaya konvergensi pendekatan STiR Education ke dalam sistem pemerintahan yang sudah terbentuk.
Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memperkuat pengembangan guru melalui pembelajaran antar rekan sejawat yang terstruktur (peer learning), pendampingan (coaching), serta refleksi berbasis data.
BACA JUGA:Dibuka Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 1 2026, Simak Jadwalnya!
Melalui kemitraan dengan lembaga penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi, program ini diharapkan dapat memperkuat keterpaduan antar wilayah dan mendorong perbaikan sistem pendidikan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Model yang Telah Terbukti Tingkatkan Pembelajaran
Pendekatan STiR Education berfokus pada perubahan perilaku dan penguatan motivasi intrinsik. Alih-alih mengandalkan model pelatihan satu kali yang bersifat jangka pendek, melalui Siklus Peningkatan Pembelajaran (Learning Improvement Cycles), guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas pendidikan terlibat dalam proses pembelajaran bersama, pendampingan, refleksi, serta perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh data.
BACA JUGA:Agar KIP Kuliah SNBP 2026 Tak Gugur Otomatis, Simak Urutan Sinkronisasinya