Sehabis Libur Lebaran, Kampus Langsung Masuk Masa UTS? Begini Cara Menyiapkannya di Saat Libur Lebaran!

-WordPress-
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Di beberapa kampus, UTS / Ujian Tengah Semester dimulai tak lama setelah liburan. Seperti Universitas Brawijaya yang memulai masa UTS langsung di tanggal 8 April 2025, setelah berakhirnya libur lebaran.
Jadi bagaimana cara menyiapkan diri untuk ujian ini saat tubuh masih dalam mode liburan?
Berikut beberapa tips yang bisa membantu kamu tetap produktif tanpa mengorbankan kualitas liburan lebaran!
1. Menyusun "Post-Lebaran Reset"
Salah satu hal yang sering terabaikan setelah liburan adalah mentalitas kita yang masih dalam mode liburan. Susah untuk bisa langsung lompat ke mode belajar tanpa melakukan "reset" mental terlebih dahulu. Ini bukan hanya soal mengatur jadwal, tapi lebih kepada menyiapkan mindset agar kembali fokus.
Cobalah untuk melakukan "detoks digital" selama beberapa jam di hari pertama setelah liburan. Matikan semua pemberitahuan dari media sosial, aplikasi chat, dan email kuliah. Alihkan perhatian dengan kegiatan ringan seperti membaca buku fiksi atau mendengarkan musik yang menenangkan untuk melatih otak kembali agar fokus pada sesuatu selain tugas dan ujian. Ini membantu menghilangkan beban mental dan membuat lebih siap untuk belajar.
2. Seimbangkan Waktu Belajar dan Berlibur Saat Lebaran: Belajar Sejenak, Santai Sejenak
Alih-alih belajar terus-menerus, gunakan metode mencampur antara belajar dan waktu untuk menikmati liburan. Misalnya, belajar selama 25 menit, lalu istirahat 10 menit dengan menikmati camilan Lebaran atau menonton episode drama favorit.
Ini bukan hanya membuat belajar terasa lebih ringan, tapi juga memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk "menghirup udara segar" sebelum kembali ke tugas-tugas berat. Pahami bahwa istirahat tidak harus selalu berarti menonton media sosial, tetapi bisa juga menghirup udara segar, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati suasana santai.
3. Belajar dengan Pendekatan Keterlibatan Emosional
Seringkali kita belajar hanya untuk lulus ujian. Tetapi sebenarnya untuk pemahaman jangka panjang, perlu mengaitkan materi dengan sesuatu yang lebih pribadi dan emosional. Ini adalah cara belajar yang tidak hanya bermanfaat untuk ujian, tetapi juga meningkatkan pemahaman dalam jangka panjang.
Cobalah untuk menyiapkan cerita atau analogi pribadi yang mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman hidup. Misalnya, saat belajar tentang ekonomi, bayangkan bagaimana keluarga mengelola anggaran Lebaran. Atau jika belajar tentang sosiologi, coba hubungkan dengan dinamika sosial yang terjadi di sekitar rumah saat berkumpul bersama keluarga besar. Pendekatan ini akan membantu mengingat materi dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna.
4. Mengatur Waktu Belajar dengan Teknik "Mind Mapping"
Bukan hanya jadwal yang perlu disusun, tetapi bagaimana cara kamu belajar juga harus lebih terstruktur. Cobalah menggunakan teknik mind mapping untuk membuat peta konsep dari semua materi yang akan diuji.
Mulailah dengan satu topik besar, kemudian cabangkan ke subtopik-topik penting. Dengan cara ini, kamu bisa melihat gambaran besar dari materi ujian yang harus dipelajari, dan tidak merasa kewalahan. Mind mapping juga membantu mempermudah pemahaman dan mengingat informasi secara visual, jadi belajar tidak terasa monoton. Jika perlu, buat mind map setiap kali selesai mempelajari satu bab atau topik, agar proses belajar lebih tertata.
5. Menyusun "Portofolio Refleksi" dari Catatan Kuliah
Daripada hanya memusatkan perhatian pada buku teks, cobalah untuk menyusun portofolio refleksi yang berisi catatan-catatan penting dari kuliah yang sudah berlangsung. Ini bukan sekadar rangkuman materi, tetapi lebih kepada refleksi pribadi tentang apa yang telah dipelajari sejauh ini.
Misalnya, ambil satu topik dari setiap mata kuliah, dan tuliskan di portofolio tentang bagaimana topik tersebut berhubungan dengan kehidupan nyata atau hal-hal yang relevan dengan apa yang dialami atau diketahui. Pendekatan ini membantu memperdalam pemahaman karena belajar untuk menghubungkan teori dengan pengalaman nyata, dan mengingat materi jauh lebih mudah dengan cara ini.
6. Belajar dengan Melibatkan Indra Lain Selain Mata
Jika belajar dengan membaca sudah terasa membosankan, cobalah untuk melibatkan indra lain dalam proses belajar. Dengarkan podcast atau rekaman kuliah yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari, atau tonton video pembelajaran yang memperjelas topik tersebut.
Sumber: neraca