Hati-Hati! Lebaran Bisa Berisiko bagi Lansia, Ini yang Perlu Diperhatikan

Hati-Hati! Lebaran Bisa Berisiko bagi Lansia, Ini yang Perlu Diperhatikan

--

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Lebaran adalah momen kebahagiaan. Keluarga berkumpul, makanan melimpah, dan suasana penuh kehangatan.

Tapi bagi lansia, euforia ini bisa berubah menjadi tantangan besar. Perubahan pola makan, kelelahan karena tamu yang datang silih berganti, hingga perjalanan mudik yang melelahkan bisa membawa dampak serius bagi kesehatan mereka.

Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa tradisi Lebaran yang menyenangkan bagi sebagian orang justru bisa menjadi beban bagi yang sudah lanjut usia.

Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai agar Lebaran tetap menjadi momen bahagia bagi mereka.

1. Pola Makan Berantakan, Risiko Penyakit Meningkat

Lebaran identik dengan makanan bersantan, manis, dan tinggi kolesterol. Ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering menjadi sajian wajib di hampir setiap rumah. Namun, bagi lansia yang memiliki penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung, pola makan seperti ini bisa sangat berbahaya.

Jika konsumsi tidak terkontrol, tekanan darah bisa melonjak, kadar gula darah naik drastis, hingga risiko serangan jantung meningkat. Oleh karena itu, keluarga perlu memastikan lansia tetap mengonsumsi makanan sehat dengan porsi yang terjaga. Mengganti santan dengan susu rendah lemak atau membatasi gula bisa menjadi solusi.

2. Kelelahan Akibat Terlalu Banyak Aktivitas

Saat Lebaran, lansia sering ikut sibuk: mulai dari menyambut tamu, menyiapkan makanan, hingga bepergian ke rumah sanak saudara. Sayangnya, tubuh mereka tidak sekuat dulu. Aktivitas berlebihan tanpa istirahat cukup bisa menyebabkan kelelahan ekstrem, bahkan bisa berujung pada tekanan darah turun atau dehidrasi.

Jika terlalu dipaksa, kondisi ini bisa semakin parah dan memicu serangan jantung atau stroke ringan. Pastikan lansia tetap beristirahat di sela-sela kesibukan, dan jangan ragu untuk membatasi kunjungan jika dirasa terlalu melelahkan bagi mereka.

3. Dehidrasi dan Risiko Serangan Stroke

Di tengah kesibukan, banyak lansia lupa minum air yang cukup. Ini berbahaya karena dehidrasi bisa menyebabkan tekanan darah turun drastis, pusing, hingga berisiko stroke ringan. Cuaca panas saat Lebaran juga bisa memperburuk kondisi ini.

Pastikan mereka mengonsumsi cukup air putih setiap hari. Jika perlu, sediakan botol air di dekat mereka dan ingatkan untuk minum secara rutin, terutama setelah mengonsumsi makanan asin atau berlemak.

4. Perjalanan Mudik yang Melelahkan

Bagi lansia yang ikut mudik, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan besar. Duduk terlalu lama di kendaraan bisa menyebabkan pembengkakan kaki, nyeri sendi, hingga risiko trombosis vena dalam (DVT), yaitu penggumpalan darah di kaki yang bisa berbahaya.

Jika harus melakukan perjalanan jauh, pastikan mereka mendapatkan tempat duduk yang nyaman, melakukan peregangan secara berkala, dan tetap terhidrasi. Jika memungkinkan, pilih moda transportasi yang tidak terlalu melelahkan, seperti kereta api atau pesawat.

5. Kurang Tidur Akibat Tamu yang Terus Berdatangan

Saat Lebaran, tamu bisa datang dari pagi hingga malam. Bagi lansia, jadwal yang terlalu padat bisa mengganggu waktu istirahat mereka. Kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah naik, tubuh lemas, hingga memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada.

Jika lansia terlihat kelelahan, jangan ragu untuk membatasi jumlah tamu atau memberi mereka waktu istirahat lebih banyak. Kesehatan mereka jauh lebih penting daripada sekadar menjamu tamu.

6. Lonjakan Emosi Bisa Memicu Tekanan Darah

Sumber: abbot nutrition