Kingkong vs Godzilla
ILUSTRASI Kingkong vs Godzilla.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway---
Triangle of power di Konoha itu adalah tentara, polisi, dan kejaksaan. Ada satu lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi. Dahulu pernah menjadi ikon, garang, perkasa, ditakuti. Sekarang loyo, lemah, dan keropos.
Raja Konoha tidak percaya kepada polisi karena korps baju cokelat itu sudah terlalu parah dipengaruhi raja tua yang sudah purnatugas. Polisi Konoha terlalu berkuasa, terlalu korup, dan terlalu rakus. Kepala polisi Konoha secara berkala seba dan sowan ke raja tua.
Raja Konoha tidak berani bertindak. Bukannya memecat kepala polisi, ia malah memperpanjang masa baktinya. Raja Konoha takut akan ancaman polisi. Raja Konoha masih mengharapkan bantuan polisi untuk melanjutkan kekuasaannya.
Raja Konoha membangun aliansi dengan tentara yang menjadi asal-usul kekuatannya. Namun, tentara Konoha tidak kompeten dan banyak yang korup juga. Banyak tentara Konoha yang menempati posisi sipil. Tapi, tidak efektif karena tidak punya keahlian.
Untuk menghadapi musuh besar monster korupsi, raja Konoha berpaling kepada kejaksaan. Sama saja. Kejaksaan Konoha penuh dengan mafia korupsi. Banyak pejabat kejaksaan yang busuk. Kepala kejaksaan juga menerima setoran. Ia tidak punya legitimasi moral karena punya banyak istri simpanan.
Raja Konoha kehilangan kendali. Tentara dan polisi akan berbenturan secara terbuka. Raja Konoha terancam jatuh dari kursi kekuasaannya.
*Dr Dhimam Abror MSi, editor tamu Harian Disway, ketua Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat
DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, hal itu hanya kebetulan semata, tidak ada unsur kesengajaan.
Sumber:

