1 tahun disway

APBKM Cetak Pembatik Baru, 30 Warga Blimbing Digembleng Perkuat Batik Khas Kota Malang

APBKM Cetak Pembatik Baru, 30 Warga Blimbing Digembleng Perkuat Batik Khas Kota Malang

Asosiasi Perajin Batik Kota Malang Menggelar Workshop Membatik --

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) mulai mempercepat regenerasi perajin batik melalui Workshop Batik untuk Pemula yang digelar di Kantor Kecamatan Blimbing, Minggu (12/7). Sebanyak 30 peserta dari seluruh kelurahan di Kecamatan Blimbing dilatih membatik sebagai langkah memperkuat identitas sekaligus ekonomi kreatif berbasis batik khas Kota Malang.

Program ini menjadi pembuka rangkaian “Mencanting Bareng” yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan menjelang peringatan Hari Batik Nasional 2026.

BACA JUGA:Kesaksian Mantan Asisten soal Gunung Kawi Viral, Begini Kronologi yang Ramai Dibahas Warganet 

Sekretaris Camat Blimbing, Johan Fuaddy, menegaskan Pemerintah Kecamatan Blimbing mendukung penuh pengembangan UMKM batik melalui pelatihan, pembinaan hingga promosi.

“Kami mendukung penuh perkembangan batik sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif. Kolaborasi bersama APBKM menjadi bagian dari penguatan program Ngalam Laris agar para perajin semakin berkembang dan mampu memperluas pasar,” ujarnya.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan APBKM, Yuharsita, mengatakan pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik membatik, tetapi juga mencari bibit-bibit perajin baru di setiap wilayah Kota Malang.

BACA JUGA:Tips Jitu Jaga Semangat Belajar Anak SD saat Libur Sekolah 

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mampu membatik, semakin kuat pula identitas Batik Kota Malang sebagai warisan budaya sekaligus sumber penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami ingin setiap kecamatan memiliki pembatik baru. Regenerasi ini penting agar Batik Kota Malang terus hidup dan berkembang,” katanya.

Yuharsita juga mendorong pemerintah daerah agar lebih berpihak kepada perajin lokal dengan mengutamakan penggunaan batik karya asli Kota Malang di lingkungan sekolah, kelurahan, kecamatan hingga perangkat pemerintah.

“Kabupaten Malang sudah membuktikan keberpihakan pemerintah mampu menggerakkan ekonomi perajin. Kami berharap Kota Malang juga menerapkan langkah serupa sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Workshop berlangsung interaktif dengan pendampingan Winner Putra Putri Batik Kota Malang, yakni Apriliana Nurlatifah Ula dari Universitas Negeri Malang dan Moh. Abdul Wasil dari Politeknik Negeri Malang bersama tiga finalis lainnya.

Sementara itu, Ketua APBKM Ki Demang (Isa Wahyudi) mengungkapkan perkembangan batik Kota Malang terus menunjukkan tren positif. Hingga 2026, APBKM telah menghimpun 98 perajin batik yang tersebar di berbagai wilayah dengan tiga sentra utama, yakni Sentra Batik Sukun, Sentra Batik Bunul, dan Sentra Batik Sawojajar, serta tengah merintis Sentra Batik Arjowinangun.

Sumber: