1 tahun disway

Panggung Fesyen Met Gala 2025, Usung Tema Superfine, jadi Simbol Revolusi Gaya dan Identitas Minoritas!

Panggung Fesyen Met Gala 2025, Usung Tema Superfine, jadi Simbol Revolusi Gaya dan Identitas Minoritas!

Met Gala 2025 - Tema dan Representasi Terhadap Minoritas, Mengandung Makna Universal-Cancerdusein.org-

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Met Gala 2025, panggung fashion bergengsi di dunia akan kembali digelar pada Senin malam, (5/5) di Metropolitan Museum of Art, New York.

Kali ini akan hadir dengan tema “Superfine: Tailoring Black Style,” acara ini menjelma lebih dari sekadar pesta mode selebritas.

Ia menjadi cermin sosial dan panggung budaya yang menggugah, membingkai kembali narasi busana sebagai alat perjuangan identitas dan kebebasan, khususnya dari komunitas suatu ras minoritas.

1. Tema yang Tak Sekadar Gaya: “Superfine” sebagai Perlawanan Kultural

Tema tahun ini menyorot praktik tailoring sebagai bentuk ekspresi diri dan pembentukan identitas dalam komunitas kulit hitam. Mengangkat semangat dandyisme, “Superfine” berbicara tentang gaya sebagai bentuk keanggunan, martabat, hingga perlawanan. Potongan jas rapi dan aksesori mencolok bukan hanya soal estetika, tapi juga simbol pembebasan dari penindasan dan stereotip yang diwariskan sejarah.

Gaya seperti ini adalah bukti bahwa fashion bisa menjadi bahasa politik. Dandyisme kulit hitam secara historis telah menantang dominasi visual Barat dan menetapkan bahwa identitas bukan untuk diseragamkan, melainkan untuk dirayakan dalam keragaman.

2. Pameran “Superfine”: Merajut Sejarah dan Masa Depan

Dibagi dalam 12 bagian tematik seperti Ownership, Disguise, dan Cosmopolitanism, pameran ini menggabungkan sejarah visual dari livery era kolonial, foto Harlem Renaissance, hingga karya para desainer masa kini seperti Virgil Abloh, Grace Wales Bonner, dan Pharrell Williams.

Melalui pendekatan ini, The Met menunjukkan bahwa fashion bukan hanya produk budaya populer, tetapi juga dokumen sejarah dan manifestasi sosial. Kurator Monica L. Miller dan Andrew Bolton dengan tajam menelusuri jejak-jejak busana sebagai kekuatan transformatif.

3. Dress Code “Tailored for You”: Ruang Berekspresi di Tengah Formalitas

Dress code tahun ini memberi ruang buntuk menampilkan gaya tailoring sendiri. “Tailored for You” adalah ajakan untuk menegaskan identitas secara personal: entah lewat setelan tiga potong, jas berekor panjang, kain etnik yang dijahit rapi, atau aksesori simbolis.

Dalam konteks Met Gala, dress code bukan sekadar aturan berpakaian. Ia adalah tantangan untuk menafsirkan tema secara kreatif dan simbolik. Setiap detail busana menjadi bagian dari narasi besar tentang identitas, sejarah, dan masa depan.

4. Co-Chairs dan Host Committee: Barisan Penggerak Narasi Budaya

Pharrell Williams, A$AP Rocky, Colman Domingo, Lewis Hamilton, serta Anna Wintour memimpin acara tahun ini dengan LeBron James sebagai honorary co-chair. Tak hanya sebagai figur publik, mereka adalah ikon dari disiplin yang berbeda—mode, olahraga, musik, dan media—yang merepresentasikan keberagaman ekspresi dalam budaya kulit hitam.

Sumber: elle decor